Kota Literasi Dipertahankan dengan Semangat 45

oleh -
Kepala Dispusipda Kota Sukabumi, Hj. Nicke Siti Rahayu bersama Kepala SDN Brawijaya, R Histato D Kobasah pada peresmian program literasi Gema Wijaya (Gemar Membaca SDN Brawijaya).

Wartawan Iyus Firdaus PWI

Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (Dispusipda) akan mempertahankan status  kota literasi yang melekat pada Kota Sukabumi dengan semangat 45. Artinya, seberat apapun tantangan yang dihadapi, jajaran Dispusipda Kota Sukabumi akan berjuang sekuat tenaga untuk menjaga predikat kota literasi dengan berbagai program dan kegiatan dalam membudayakan membaca dan menulis di tengah masyarakat.

“Gerakan literasi selalu menggelora di Kota Sukabumi melalui program-program dan pelayanan yang kami gulirkan,” kata Kepala Dispusipda Kota Sukabumi, Hj. Nicke Siti Rahayu kepada wartawan, Senin (12/8/2019).

Dua program andalan yang mendukung kota literasi adalah Sugema (Sukabumi Gemar Membaca) dan Geulis (Gerakan Literasi Sukabumi).  Selain itu, Dispusipda membuka layanan perpustakaan hingga pukul 20.00 WIB pada hari kerja  dan Sabtu serta Minggu pada akhir pekan. Kedua program dan layanan khusus tersebut, ujar Nicke, dapat menggelorakan budaya literasi di Kota Sukabumi.

“Kami terus berupaya untuk meningkatkan pelayanan dengan menambah sarana dan prasarana. Kami mengoperasikan perpustakaan keliling yang mendatangi ruang-ruang publik,” tutur dia.

Perpustakaan keliling juga mengunjungi sekolah-sekolah dan madrasah di semua tingkatan, baik negeri maupun swasta. Gerakan literasi ke sekolah-sekolah, ujar Nicke, bertujuan untuk minat baca dan menulis di kalangan pelajar.  Diharapkannya, sekolah bisa menjaga dan meningkatkan budaya baca peserta didiknya.

Berlatar kota literasi, Nicke mengharapkan para pelajar di Kota Sukabumi dapat menjadi literat berkualitas yang bisa bersaing dengan bangsa lain. Dia yakin budaya literasi dapat tumbuh di kalangan pelajar, apalagi ditunjang dengan banyaknya buku bacaan yang tampilannya menarik. 

“Sekarang ini banyak inovasi dari penerbit dengan membuat buku-buku yang menarik minat masyarakat untuk membacanya,” ujar Nicke. 

Pada bagian lain Kepala Dispusipda menerangkan tingkat kunjungan perpustakaan setiap tahun yang melonjak tajam dibandingkan target RPJMD. Berdasarkan target, tingkat pengunjung perpustakaan sebanyak 30 ribu orang pertahun, nyatanya melonjak sekitar 300 persen atau 120 ribu pengunjung. Dalam satu bulan, penambahan anggota perpustakaan mencapai 600 hingga 700 orang.

“Para pengunjung yang datang ke perpustakaan pada malam hari maupun akhir pekan sebagian besar berasal dari kalangan pekerja, ibu rumah tangga, mahasiswa, dan siswa dari sekolah full day,” jelas Nicke. (*)