Bhabinkamtibmas Desa Prianganjaya Gulirkan Rencana Sekolah Alam

oleh -
Brigadir Polisi Didi Dwi Purnomo selaku Bhabinkamtibmas Desa Prianganjaya, Kecamatan Sukalarang, Kabupaten Sukabumi bersama tokoh masyarakat Kampung Kadudatar, Abah Gopar ketika meninjau bakal lokasi Sekolah Alam yang akan dibangunannya.

Wartawan Wawan Aries S

Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas) Desa Prianganjaya, Kecamatan Sukalarang, Kabupaten Sukabumi, Brigadir Polisi Didi Dwi Purnomo menggulirkan rencana pembangunan Sekolah Alam di Kampung Reumba. Di sekolah tersebut, Brigadir Didi akan memfasilitasi berbagai kegiatan sosial ekonomi masyarakat setempat.

“Bangunan Sekolah Alam akan dijadikan fasilitas sosial ekonomi untuk menunjang kegiatan masyarakat. Warga di Kampung Reumba dan Kadudatar akan membuat bangunan ini dari gombong, bambu, dan ijuk untuk mempertahankan sifat alaminya,” kata Bhabinkamtibmas Desa Prianganjaya ketika ditemui di Pondok Mengaji di Kampung Kadudatar, Desa Prianganjaya, Sabtu (10/8/2019).

Sekolah Alam, lanjut dia, akan dijadikan tempat anak-anak berkreasi. Nantinya, kegiatan Pondok Mengaji akan dipusatkan di tempat ini. Selain itu, Sekolah Alam akan dijadikan posyandu, pusat kerajinan angklung, dan tempat berkreasi lainnya bagi anak-anak dan warga sekitar.

“Sampai sekarang, Kampung Kaudatar dan Kampung Reumba belum punya posyandu. Jadi Sekolah Alam ini akan menjalankan fungsi sebagai posyandu. Bangunan Sekolah Alam didirikan di atas lahan milik desa. Lokasinya tepat di bawah Gunung Suta dan mata air Ciberekbek,” jelas Didi.

Diproyeksikan ke depannya, Sekolah Alam tersebut akan menjadi Balai Ekonomi Desa (Balkondes) yang merupakan tempat masyarakat memusatkan kegiatan-kegiatan produktifnya. Di tempat tersebut, masyarakat dapat meningkatkan produktivitas komoditas yang dikembangkannya serta memperluas jaringan pemasaran.

Intinya Sekolah Alam itu merupakan tempat belajar, berkreasi, mengembangkan bakat, dan memberikan pelayanan kepada masyarakat. Penambahan kata alam pada sekolah ini, ujar dia, itu berdasarkan pertimbangan letaknya berada di tengah alam terbuka yang belum terkontaminasi oleh polusi dan jauh dari keramaian kota.

Faktanya memang demikian, lahan sekolah alam terletak di pinggir Sunggi Cikupa. Dari Kampung Kadudatar ke Kampung Reumba terdapat jembatan bambu darurat terbuat dari bambu yang membentang di atas sungai tersebut sepanjang sekitar 6 meter. Lingkungannya dikepung oleh perbukitan dan pesawahan.  Lahan Sekolah Alam terletak di antara Bukit Nyatuh dan Bukit Poponcol yang tersambung ke Gunung Suta.

“Warga di sini membutuhkan jembatan permanen yang menghubungkan Kampung Kadudatar dengan Kampung Reumba. Mudah-mudahan sebelum pembangunan Sekolah Alam, jembatan permanen sudah terbangun,” ujar Brigadir Didi.

Selain memberikan pelajaran baca tulis Al-Quran, di Kampung Kadudatar, Didi juga membina para pengrajin anyaman berbahan limbah plastik dan membuka rumah aspirasi di kediaman Abah Gopar. Dengan istrinya yang berlatar belakang sekolah kebinanan, Ny. Rita Didi,  Am.Keb., Bhabinkamtibmas Prianganjaya ini sering menyelenggarakan pemeriksaan kesehatan gratis untuk warga.

“Sebelum pembangunan Sekolah Alam dimulai, kami akan melakukan rembukan dengan warga Kadudatar dan Reumba untuk membahas penyediaan bahan bangunan dan pelaksanaan pembangunan. Mungkin pembangunannya akan dilaksanakan oleh kelompok masyarakat,” tutur dia. (*)