KTNA Bisa Menjawab Tantangan dan Dukung Pertumbuhan Ekonomi

oleh -
Bupati Sukabumi, H. Marwan Hamami memberikan penghargaan dari KTNA Kabupaten Sukabumi kepada salah satu petani yang telah melahirkan inovasi pertanian.

Wartawan Usep Mulyana

Kelompok Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kabupaten Sukabumi bisa menjawab tantangan ke depan yang bermanfaat bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat dan daerah jika mempunyai kebersamaan di antara mereka. Peran dan fungsi tersebut akan lebih efektif lagi jika disupport dengan kebijakan pemerintah.

Demikianlah hal itu dikatakan Bupati Sukabumi, H. Marwan Hamami ketika membuka rebuk utama dan sarasehan KTNA Kabupaten Sukabumi bertempat di Pendopo Kabupaten Sukabumi, Kamis (4/7/2019).

Dalam pidatonya bupati mengharapkan, kegiatan tersebut dapat menjadikan KTNA sebagai organisasi petani yang lebih kompak dalam membangun kebersamaan untuk memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi.

“Kami harapkan rembuk dan sarasehan ini dapat menghasilkan konsep ataupun inovasi-inovasi pembangunan untuk memajukan sektor pertanian, baik perikanan peternakan, maupun perkebunan di Kabupaten Sukabumi,” ujar bupati.

Pemkab Sukabumi, lanjut dia, mulai menjadikan bidang pertanian sebagai fokus untuk dikembangkan bersama sektor pariwisata. Ke depan akan bermunculan objek-objek wisata yang dipadukan dengan lahan peternakan, perikanan, atau perkebunan.

Rembuk dan sarasehan itu diikuti 141 perwakilan KTNA se-Kabupaten Sukabumi. Penyelenggaraan kegiatan tersebut  mengusung tema “meningkatkan kemandirian petani nelayan dengan inovasi teknologi pertanian menuju Sukabumi lebih baik”.

Di akhir acara pembukaan bupati memberikan sertifikat penghargaan dari KTNA Kabupaten Sukabumi kepada sejumlah petani dan nelayan yang telah melahirkan inovasi-inovasi untuk memajukan sektor pertanian.

Mereka yang mendapat penghargaan terdiri dari  Yoga sebagai inovator jaring terbaik, Dedi sebagai inovator pembudidaya kepiting, dan Abdul Maliq sebagai pemuda tani inovator pertanian pada varietas lokal pisang sukabumi.

Selanjutnya Susan sebagai motivator bagi pengusaha pemula, Liseli sebagai inovator pengolahan yoghurt, Dadang S sebagai pembudidaya sidat, dan Imelda sebagai inovator pengolahan ikan.

Di lokasi pembukaan sarasehan tampak hadir para pejabat daerah dan aktivis KTNA antara lain Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Sukabumi, Adi Purnomo; Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan, Abdul Kodir; Staf Ahli Bupati, Ketua KTNA Provinsi Jabar, serta Ketua dan Pengurus KTNA Kabupaten Sukabumi. (*)