Jelang Hari Bhayangkara, Warga Sukabumi Sepakat Menolak Kerusuhan

oleh -
Ribuan masyarakat mengikuti kegiatan olahraga massal dalam rangka menyambut Hari Bhayangkara ke-73 dan pengucapan deklarasi menolak kerusuhan setelah penyelenggaraan Pemilu 2019.

Wartawan Usep Mulyana

Menjelang tibanya Hari Bhayangkara ke-73 yang jatuh pada tanggal 1 Juli nanti, Forkopimda (Forum Koordinasi Pimpinan Daerah) dan warga Kabupaten Sukabumi mendeklarasikan kesepakatan damai dan menolak kerusuhan pada kegiatan olahraga bersama. Kegiatan yang digelar oleh Polres Sukabumi itu dilangsungkan di Lapang Cangehgar, Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, Minggu (23/6/2019).

Di lokasi acara tampak ribuan warga yang memenuhi Lapang Cangehgar. Mereka berbaur dengan para pejabat Forkopimda Kabupaten Sukabumi yang menjadi pelopor penandatanganan deklarasi menolak kerusuhan antara lain Bupati Sukabumi, H. Marwan Hamami, Kapolres Sukabumi, AKBP Nasriadi, perwakilan dari TNI, dan para kepala SKPD.

Setelah pengucapan dan penandatanganan deklrasi, para peserta nengikuti jalan santai dan senam kebugaran bersama-sama. Pada acara itu, panitia juga membagi-bagikan  hadiah kepada para peserta kegiatan olahraga dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-73.

“Kegiatan ini merupakan salah satu upaya untuk menjaga kondusivitas keamanan setelah Pemilu 2019 yang lalu serta untuk menjaga kebugaran dan kesehatan masyarakat Kabupaten Sukabumi,” kata Kaplores saat menyampaikan sambutan.

Dalam kegiatan olahraga tersebut, ujar AKBP Nasriadi, para peserta yang berasal dari berbagai kalangan masyarakat berada dalam satu persepsi dan pemikiran pentingnya menolak segala bentuk kerusuhan setelah Pemilu 2019. Semua elemen masyarakat, kata dia, sepakat untuk menjaga kedamaian dan keamanan apapun hasil Pemilu 2019 yang akan diputuskan oleh Mahkamah Konstitusi.

Hal senada disampaikan oleh Bupati Marwan. Dia mengajak masyarakat di Kabupaten Sukabumi untuk menjaga situasi dan kondisi damai untuk mewujudkan kondusivitas bagi berlangsungnya aktivitas pemerintahan dan masyarakat.

“Indonesia harus damai, tidak ada kerusuhan. Jangan sampai hasil pembangunan yang telah kita perjuangkan harus hancur dengan tiba-tiba dalam waktu yang singkat. Tentunya hal itu tidak kita harapkan.  Kalau terjadi kerusuhan yang dapat menghentikan kegiatan pembangunan, bangsa kita akan kehilangan kepercayaan dari masyarakat internasional. Tentu dampaknya tidak baik pada sektor pariwisata,” ujar dia.

Bupati juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama membangun Indonesia dan mewujudkan Kabupaten Sukabumi yang lebih baik.

“Kita jadikan kegiatan hari ini untuk melahirkan semangat dalam membangun Indonesia dan membangun Kabupaten Sukabumi,” katanya. (*)