Penertiban Total PKL Menunggu Pembangunan Pasar Pelita

oleh -
Proses penertiban PKL di ruas Jalan Ahmad Yani Kota Sukabumi dengan membebaskan sisi selatan jalan tersebut dari kegiatan berjualan.

Wartawan Iyus Firdaus PWI

Penertiban PKL secara total di Kota Sukabumi baru dapat dilaksanakan setelah Pasar Pelita selesai pembangunannya. Sementara ini secara bertahap, Pemkot Sukabumi mulai mengurangi kesemrawutan di pusat keramaian dengan penataan lingkungan jalan melalui penertiban PKL dan lahan parkir.

“Kalau Pasar Pelita sudah beres, semua PKL harus masuk ke sana. Kita prioritaskan PKL yang sudah lama berjualan,” kata Wakil Wali Kota Sukabumi, Andri Setiawan Hamami kepada wartawan, Sabtu (22/6/2019).

Pasar Pelita dapat menampung 3.800 PKL, sementara PKL jumlah PKL ada 4.000. Menurut Andri, PKL yang tidak tertampung di Pasar Pelita akan ditempatkan di pasar induk. Sebelumnya Pemkot Sukabumi telah menyediakan tempat berjualan di lahan eks terminal, namun para PKL tidak mau pindah ke tempat tersebut karena takut tidak ada pembeli.

Penertiban PKL sudah dimulai di pusat kota pada pertengahan pekan ini. Dalam penertiban tersebut, Satpol PP Kota Sukabumi mengosongkan bagian selatan Jalan Ahmad Yani dan sisi barat Jalan Ciwangi dari PKL atau dijadikan zona merah PKL. Sementara para PKL diperbolehkan berjualan di seberang sisi jalan tersebut sambil menunggu proses relokasi.

“Para PKL harus bisa menata diri dan tidak berdagang secara berlapis-lapis yang bisa menyebabkan para pejalan kaki sulit lewat. Kami juga akan berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan untuk mengatur lahan parkir di lokasi PKL,” kata Kepala Satpol PP Kota Sukabumi, Yadi Mulyadi.

Menurut Yadi, sebelum dipindahkan ke lokasi permanen di Pasar Pelita, para PKL harus ditempatkan di lokasi binaan untuk mengurangi kesemrawutan di pusat kota. Nanti ketika Pasar Pelita selesai, PKL harus membuat pernyataan tertulis yang isinya mereka tidak akan berjualan lagi di trotoar dan badan jalan.

Dalam penertiban PKL, Satpol PP memberikan surat peringatan (SP) kepada PKL. Pemberian SP itu dalam tiga tahap sebelum dilakukan eksekusi atau penyitaan terhadap PKL. Tahapannya: SP1 berupa stiker warna hijau, SP2 stiker warna kuning, dan SP3 stiker pamungkas berwarna merah.

“Pemberlakuan tahapan ini untuk memberikan waku kepada para PKL mencari lokasi usaha mereka yang baru dengan catatan tidak menambah kesemrawutan kota. Kami masih memberikan waktu tiga hari sejak penemepelan SP3.  Selewat tiga hari, bila para PKL masih berjualan di zona merah, kami akan mengambil tindakan tegas,” ujar Yadi. (*)