Atasi Kemacetan Kota, Dishub Serap Pendapat dari Publik

oleh -
Suasana diskusi publik dengan tema mencari solusi atasi kemacetan dan kesemrawutan lalu lintas di Dishub Kota Sukabumi yang diikuti berbagai elemen pemangku kepentingan.

Wartawan Iyus Firdaus PWI

Upaya mengatasi kemacetan di pusat-pusat keramaian dilakukan Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Sukabumi dengan berbagai cara. Salah satunya dengan meminta masukan dari masyarakat sebagai pengguna jalan dan selaku pihak yang merasakan pahit getirnya terjebak dalam kemacetan di pusat kota.

“Kami memfasilitas masyarakat dari berbagi kalangan untuk mengadakan diskusi untuk mencari solusi dalam rangka mengatasi kemacetan,” kata Kepala Dishub Kota Sukabumi, Abdul Rachman ketika dihubungi wartawan, Sabtu (22/6/2019).

Pada diskusi yang melibatkan para pengamat transportasi, komunitas, netizen, para peserta menyampaikan masukan dan mengusulkan solusi untuk mengatasi dan mencegah kemacetan. Diskusi dilangsungkan pada Jumat (21/6/2019) sore di aula Dishub, Jalan Arif Rahman Hakim Kota Sukabumi. Peserta lainnya berasal dari unsur kepolisian dan Satpol PP.  

“Para peserta bukan hanya mengeluh, mereka juga memberikan solusi kepada kami. Semua pendapat dari peserta diskusi kami tampung,” ujar Abdul.

Alur diskusi terfokus pada pembahasan solusi untuk mengatasi kemacetan dan kesemrawutan lalu lintas di Kota Sukabumi, khususnya di Jalan Ahmad Yani, Jalan Harun Kabir, dan Jalan Ciwangi. Para peserta dengan Abdul dan jajarannya sampai pada kata sepakat untuk mendukung rencana yang akan dijalankan oleh Dishub.

“Kami dan peserta diskusi sepakat dengan rencana jangka pendek, menengah, dan jangka panjang yang kami usulkan. Untuk jangka pendek, kegiatannya berupa penertiban parkir  di dua ruas jalan yaitu Jalan Ciwangi dan Jalan Ahmad Yani dengan menggeser lokasi parkir ke jalan lain,” jelas dia.

Program jangka menengah yang tujuannya untuk memecah pusat keramaian kota berupa pembangunan city hub di sekitar Terminal Tipe A KH. Ahmad Sanusi. Sementara itu untuk program jangka panjang, wujudnya pembangunan gedung parkir dan jembatan udara penghubung antar gedung tinggi atau skywalk.

“Tiga kegiatan besar itu yang nantinya akan kami lakukan sebagai solusi untuk mengatasi kesemrawutan kota,” tutur Abdul.

Dia bersyukur karena para peserta diskusi yang merupakan representasi keinginan dan harapan publik dapat menerima program-program yang akan dijalankannya. Diskusi publik yang digelarnya merupakan salah satu upaya interaksi dengan masyarakat untuk menampung masukan dari komunitas masyarakat dan netizen. 

“Kami hanya minta urun rembuk sebagai implementasi dari prinsi bottom up yakni mendengarkan keluhan masyarakat untuk dijadikan aksi oleh pemerintah ke depannya,” ujar Abdul. (*)