Lebaran Berlalu, Jumlah Penduduk Kota Sukabumi Tidak Bertambah

oleh -
Kepala Disdukcapil Kota Sukabumi, Iskandar Ihfan (kanan) ketika diwawancarai wartawan seputar kondisi kependudukan di Kota Sukabumi setelah Idul Fitri.

Wartawan Iyus Firdaus PWI

Pasca Idul Fitri 1440 Hijriyah di Kota Sukabumi tidak terjadi lonjakan penduduk seperti di kota-kota besar. Berdasarkan data pelayanan kependudukan di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Sukabumi, jumlah warga yang mengurus surat pindah keluar/migrasi out lebih besar dari pada  jumlah yang warga mengurus surat pidah masuk atau migrasi in.

“Jadi warga yang keluar lebih besar dibandingkan penduduk yang masuk. Dengan demikian, jumlah penduduk Kota Sukabumi bukannya bertambah, malah berkurang setelah Lebaran,” kata Kepala Disdukcapil Kota Sukabumi, Iskandar Ihfan di ruang kerjanya, Kamis (13/6/2019).

Sejak berakhirnya cuti bersama sampai saat ini, jelas Iskandar, jumlah penduduk yang pindah keluar mencapai 81 orang, sedangkan jumlah penduduk yang datang/migrasi in ada 59 orang.

“Kondisi yang terjadi di Kota Sukabumi berbeda dengan daerah lain. Biasanya setelah Lebaran terjadi lonjakan jumlah penduduk yang signifikan. Warga yang baru mudik balik lagi ke kota sambil membawa saudaranya dari kampung,” ujar dia.  

Kemungkinan, lanjut dia, Kota Sukabumi tidak terlalu diminati untuk tempat tinggal. Para pemudik yang membawa saudara-saudaranya itu besar kemungkinan lebih memilih tinggal di wilayah Kabupaten Sukabumi. Namun aktivitas bekerja atau usahanya tetap di Kota Sukabumi. 

“Bisa saja mereka bekerja di sini, tapi tinggalnya di perbatasan dengan kabupaten seperti kawasan Sukaraja atau Cisaat sebab aksesbilitasnya ke kota relatif mudah,” kata Iskandar. 

Karena tinggal di wilayah kabupaten, ujar Iskandar, para pendatang baru itu tidak tercatat dalam database kependudukan Kota Sukabumi.  Mereka bersinggungan dengan Kota Sukabumi untuk urusan pekerjaan atau tempat mencari nafkah seperti berdagang.

Pada bagian lain, Kepala Disdukcapil mengupas jumlah penduduk yang belum melakukan perekaman maupun pencetakan KTP Elektronik. Berdasarkan hasil penyisiran petugas Disdukcapil setelah Pemilu 2019, di Kota Sukabumi masih ada sekitar 0,4 persen penduduk yang belum mencetak KTP. 

“Sebagian besar penduduk yang belum mencetak KTP itu berusia di kisaran 17 tahun, jumlahnya sekitar 1.800 orang. Mereka sudah melakukan perekaman, tinggal pencetakan KTP ketika usianya pas 17 tahun. Ada lagi penduduk yang memiliki KTP tapi belum terlacak datanya karena tinggal di luar Kota Sukabumi,” jelas Iskandar. (*)