Setelah Panen, Petani Babakan Karet Menanam Padi Lagi

oleh -
Para petani di Kampung Notog, Desa Babakan Karet, Cianjur mulai memanen padinya menjelang musim kemarau tahun 2019.

Wartawan Nana Suhendar Al-Alawi

Para petani yang tinggal di Kampung Notog Desa Babakan Karet, Kecamatan/Kabupaten Sukabumi Cianjur akan melanjutkan pengolahan sawah untuk menanam padi lagi. Padahal tidak lama lagi, iklim di Indonesia akan memasuki musim kemarau. Rupanya Kampung Notog tidak pernah kekurangan air sekalipun musim kemarau.

“Setelah panen, kami langsung akan menanam padi lagi. Alhamdulillah, walaupun kemarau,  air tetap banyak dan tanahnya subur,” kata Kang Deni, salah seorang pemilik sawah yang tinggal di Kampung Notog RT 01 RW 06 Desa Babakan Karet kepada wartawan, Kamis (13/6/2019).

Pesawahan dan kampung tempat tinggalnya, ujar Deni, tidak terlalu jauh letaknya dari sumber air yang selalu memberikan berkah kehidupan kepada warga sekitar sepanjang tahun. Selain itu, di sekitar Kampung Notog terdapat sungai yang tidak pernah kekurangan air dengan debit yang mencukupi untuk menutupi kebutuhan konsumsi dan pertanian.

Deni baru saja panen. Dari lahan sawahnya seluas sekitar 4 hektare, dia dapat membawa pulang sekitar 20 ton gabah basah. Jenis padi yang ditanamnya adalah Pandan Wangi.

“Hasilnya tidak terlalu bagus, tapi saya tidak rugi. Harga jual beras Pandan Wangi cukup tinggi,” tutur dia.

Padi yang dipanennya tidak akan dijual langsung ke tengkulak. Deni akan menjemur dan menggilingnya sendiri. Berasnya untuk persediaan makan keluarga dan sebagian akan dijual. Saat ini, harga jual di tingkat eceran untuk beras Pandan Wangi mencapai Rp10 ribu perliter. (*)