Tim Khusus Satlantas Tiap Malam Mengejar Geng Motor

oleh -
Kasatlantas Polres Sukabumi Kota, AKP I Kadek Vemil

Wartawan Iyus Firdaus PWI

Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Sukabumi Kota siap setiap malam mengejar dan menindak geng motor yang membuat resah masyarakat. Untuk itu, sesuai arahan dan program baru Kapolres Sukabumi Kota, Satlantas membentuk Tim Khusus yang tugasnya mengamankan para pembuat onar di jalanan termasuk pelaku balapan liar.

“Sudah ada Tim Khusus yang setiap malam akan bergerak untuk mengejar geng motor dan pelaku balapan liar,” kata Kasatlantas Polres Sukabumi Kota, AKP I Kadek Vemil kepada wartawan, Rabu (12/6/2019).

Dalam menjalankan tugasnya, ujar AKP Kadek, Tim Khusus juga akan memeriksa kumpulan kendaraan yang sedang mengadakan pertemuan atau kopdar. Polisi akan meminta keterangan dan mendata peserta kopdar. Apabila komunitasnya terdaftar serta tujuannya positif, petugas akan membiarkan pertemuan tersebut dengan catatan dibatasi waktunya tidak sampai larut malam.

“Namun apabila perkumpulan kendaraannya tidak jelas dan mengarah kepada balapan liar, kami akan membubarkan kopdar tersebut.  Kalau ditemukan kendaraan yang tidak lengkap surat-suratnya atau speknya tidak sama dengan keterangan pada surat kendaraan, kami akan menahan kendaraan tersebut,” kata Kasatlantas.

Kadek juga menjelaskan, selama menjelang Lebaran hingga saat ini, angka kecelakaan lalu lintas mengalami penurunan. Menurut dia, faktor penyebab menurunnya angka kecelakaan adalah kondisi jalan di wilayah tugas Polres Sukabumi Kota sudah bagus. Selain itu, kesadaran pengendara untuk mentaati tertib lalu lintas juga naik, di samping kondisi cuaca yang tidak disertai hujan deras.

Untuk menegakkan kepatuhan pengendara terhadap kelengkapan kendaraan, Satlantas menggelar operasi besar-besaran guna menekan tingkat pelanggaran oleh pengguna kendaraan bermotor. Salah satu waktu yang dipilih untuk operasi tersebut adalah menjelang malam takbiran.

“Satu hari sebelum malam takbiran, Pak Kapolres membuat program killing zone, ada lebih kurang 300 kendaraan yang terjaring di depan Gedung Juang 45. Efeknya malam takbiran sepi, tidak ada konvoi kendaraan. Malam-malam berikutnya tidak ada kendaraan yang terjaring,” ujarnya. (*)