Petugas BPBD Dilatih Menolong Korban di Gedung Tinggi

oleh -
Para peserta pelatihan drill vertical rescue atau teknik penyelamatan korban bencana di tempat tinggi melakukan persiapan sebelum memulai kegiatan.

Wartawan Iyus Firdaus PWI

Para petugas penanggulangan bencana di Kota Sukabumi harus memiliki keterampilan dan kemampuan teknis untuk memberikan pertolongan kepada korban bencana yang berada di tempat tinggi seperti gedung berlantai banyak. Karena saat ini sesuai perkembangan pembangunan, di Kota Sukabumi sudah banyak gedung berlantai lebih dari tiga yang masuk kategori gedung tinggi.

Hal itu disampaikan Kepala Seksi Pencegahan dan Kesiapsiagaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Sukabumi, Akhmad Zulkarnain pada peresmian kegiatan pelatihan Drill Aksi Siaga Menghadapi Bencana Vertical Rescue di Gedung Widaria Kencana (GWK), Selasa (11/6/2019). 

“Tren pembangunan gedung tinggi di Kota Sukabumi belum sebanding dengan kapasitas petugas penanggulangan bencana untuk menyelamatkan korban di tempat tinggi. Di Kota Sukabumi sudah banyak gedung berlantai tiga lebih seperti hotel, ruko, kantor, dan pusat perbelanjaan,” ujar Zulkarnain.

Karena itu, BPBD menyelenggarakan pelatihan untuk memberikan keterampilan pertolongan di tempat tinggi kepada para petugasnya. Salah satu bentuk pelatihan vertical rescue yang dijalani para petugas BPBD adalah panjat tebing yang fiasilitasnya tersedia di lingkungan GWK.

“Melalui pelatihan ini, kami memberikan keterampilan untuk melakukan penyelamatan korban bencana yang berada di tempat-tempat yang tinggi,” Zulkarnain.

Pelatihan vertical rescue berlangsung selama  14 hari. Kegiatan ini, jelas dia,  merupakan bagian dari aksi siaga bencana. Para pesertanya dari berbagai unsur, selain petugas BPBD juga PMI dan Tagana.

Melalui peningkatan kapasitas tersebut, tatkala ada bencana seperti gempa bumi atau kebakaran, para petugas bisa melakukan penyelamatan terhadap para korban yang berada di lantai atas hotel, pusat perbelanjaan, rumah sakit, atau ruko.

Setelah selesai pelatihan, para peserta drill vertical rescue akan memiliki keterampilan khusus dalam menyelamatkan korban bencana di gedung-gedung pencakar langit untuk ukuran Sukabumi.  

Pada bagian lain Zulkarnain menjelaskan, potensi bencana terbesar yang mengancam Kota Sukabumi adalah  gempa bumi, kebakaran, dan  longsor. Meskipun pada tahun ini kuantitas bencana mengalami penurunan,  dampak kerusakan yang ditimbulkan justru meningkat. Hal ini terlihat dengan semakin meningkatnya nilai kerugian sebagai dampak dari bencana. (*)