Komunitas dan Aparat Pemda Kompak Singkirkan Sampah di Pantai

oleh -
Para pegawai DLH Kabupaten Sukabumi bersama sejumlah komunitas peduli lingkungan terjun ke lapangan untuk membersihkan pantai dari sampah.

Wartawan Usep Mulyana

Selepas musim libur Idul Fitri 1440 Hijriyah, jajaran Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sukabumi dan perangkat daerah lainnya terjun ke lapangan untuk menyingkirkan sampah dari kawasan pantai. Gerakan ini didukung oleh berbagai komunitas masyarakat yang peduli terhadap keselamatan dan kebersihan lingkungan.

Di beberapa lokasi wisata pantai, sampah tampak berserakan, berceceran, dan bertumpuk tidak teratur sehingga mengotori dan mengurangi keindahan Teluk Palabuhanratu. Sampah-sampah tersebut dipunguti oleh para pegawai pemda dan masyarakat untuk disingkirkan dari kawasan pantai. 

“Kami bersama pasukan kuning dan masyarakat melakukan bersih-bersih sampah di lokasi wisata selama dan sesudah cuti bersama Lebaran. Armada yang disiagakan selama libur Idul Fitri sebanyak 12 dumptruck dengan jumlah personel 60 orang,” kata Kabid Pengelolaan Sampah pada DLH Kabupaten Sukabumi, Denisa Eriska yang dihubungi lewat fasilitas aplikasi pesan, Selasa (11/6/2019).

Khusus untuk pengangkutan sampah di wilayah Palabuhanratu dan sekitarnya, ujar Denisa, DLH menambah armada pengangkut sampah sebanyak 2 mobil pickup. Adapun komunitas masyarakat yang terlibat antara lain Komunitas Paguris, My Palabuhanratu, dan TP3TP (Tim Pelestarian dan Penataan Pesisir Teluk Palabuhanratu).

Sementara itu, Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik pada Dinas Komunikasi Informatika dan Persandian Sukabumi, Herdy Somantri mengatakan, masyarakat secara suka rela terlibat dalam aksi bersih-bersih pantai tersebut karena mereka tidak ingin pantai di Kabupaten Sukabumi terganggu keindahannya oleh sampah.

“Kita lihat masyarakat berbondong-bondong menuju pantai untuk memunguti sampah,” kata Herdy. 

Banyaknya sampah di pantai, ujar birokrat multitalenta yang akrab disapa Kang Bima ini, menunjukkan masih ada pengunjung yang kurang disiplin dalam membuang sampah. Padahal, kata dia, Bupati Sukabumi, H. Marwan Hamami seringkali menyampaikan imbauan kepada masyarakat yang menikmati pantai di Sukabumi untuk selalu menjaga dan melestarikan keindahan pantai.

“Pak Bupati sering menghimbau masyarakat agar bersama-sama menjaga kebersihan dan memelihara keindahan di kawasan wisata dengan tidak membuang sampah sembarangan serta tidak merusak fasilitas yang  ada di pantai,” ujar Kang Bima.

Keindahan dan kenyamanan pantai di Sukabumi bisa dirasakan oleh pengunjung apabila bersih dari sampah, lanjut dia. Untuk mewujudkan pantai yang bersih dan bebas dari sampah diperlukan komitmen dan kesadaran bersama, terutama para pedagang maupun pengunjung.

“Dengan adanya kesadaran bersama, kerja sama dan sinergitas antara pemerintah dan masyarakat dapat memberikan hasil yang efektif dalam menyelesaikan masalah sampah di tempat wisata,” tutur Kang Bima.

Dia juga mengapresiasi kepedulian sejumlah komunitas dan masyarakat terhadap kebersihan pantai. Kepedulian tersebut patut ditiru dan ditularkan sebagai implementasi dari slogan lembur urang dijagaan ku urang atau kampung kita dijaga oleh kita. (*)