Kampung Lisung Uyut Hadirkan Wisata Edukasi, Konservasi, dan Rekreasi

oleh -
Sri Puji Rahayu menunjukkan salah satu sudut alami dari Kampung Lisung Uyut dengan latar belakang kolam ikan dan vila.

Wartawan Muzayin Aripin

Kampung Lisung Uyut yang terletak di Desa Cijangkar, Kecamatan Nyalindung, Kabupaten Sukabumi mulai eksis sebagai salah satu objek wisata di kawasan Pajampangan. Destinasi wisata ini memiliki berbagai sarana unggulan sebagai tempat edukasi, konservasi, dan rekreasi.

“Di Kampung Lisung Uyut, kami menyajikan semua kebutuhan guna menunjang kegiatan wisata alam untuk kunjungan keluarga, anak-anak sekolah, dan komunitas,” kata pemilik Kampung Lisung Uyut, Sri Puji Rahayu ketika ditemui di tempat usahanya, Minggu (9/6/2019).

Mengapa diberi nama Kampung Lisung Uyut? Jawaban Puji, karena di tempat ini dulunya para leluhur kampung menggunakan lisung sebagai alat untuk menumbuk padi. Banyak lisung di kampung tersebut sebagai pekakas yang digunakan sehari-hari oleh para nenek moyang.

“Di salah satu sudut objek wisata yang kami kelola ini disimpan berbagai jenis lesung berserta peralatan pada masa lalu seperti seeng, kendi, dan batok untuk diperkenalkan kepada generasi muda zaman sekarang,” ujar Puji.

Wahana rekreasi Kampung Lisung Uyut dilengkapi dengan fasilitas outbound, tempat panahan, kolam, sawah, kebun, dan berbagai patung buah-buahan. Para pengunjung bisa menikmati aktivitas di tempat-tempat tersebut sambil menikmati pemandangan di alam terbuka.

Selain itu lingkungan Kampung Lisung Uyut dimeriahkan dengan taman-taman yang dilengkapi berbagai tanaman yang namanya diabadikan di dalam Al-Quran seperti kurma, zaitun, tin, dan anggur. Di sekelilingnya juga banyak patung buah-buahan seperti pisang.  

Di lahan kebun, anak-anak dapat menikmati kegiatan edukasi dan rekreasi yang merupakan ciri khas dari Kampung Lisung Uyut.

“Tempat wisata ini kami launching pada tanggal 31 Januari 2019. Pengunjungnya dari dalam dan luar Kota Sukabumi. Pada liburan Lebaran tahun ini, sejak Hari H sampai H+4, rata-rata banyak pengunjungnya 2.000 orang perhari,” kata Puji. 

Berita Terkait ……..

Awalnya, lahan Kampung Lisung Uyut itu berupa pesawahan. Puji membeli satu bidang tanah, lalu membelinya lagi dan lagi hingga akhirnya sampai sekarang menjadi 8 hektare. Karena dekat dengan sumber air, sawah tersebut selalu basah maka olehnya lahan tersebut dijadikan kolam ikan.

“Awalnya kami ingin mendirikan sekolah alam di sini. Namun karena letaknya agak jauh dari kota, lahan tersebut saya jadikan objek wisata alam. Sebenarnya dari awal saya tidak punya niat untuk mengembangkan tempat wisata,” tuturnya. 

Ke depan, Kampung Lisung Uyut akan dilengkapi dengan kandang ayam kampung dan berbagai jenis burung untuk meningkatkan fungsinya sebagai sarana edukasi, rekreasi, dan konservasi. Pada 17 Agustus nanti, Puji akan menyelenggarakan lomba nutu atau menumbuk padi. (*)