DLH Imbau Masyarakat Taati Jadwal Buang Sampah

oleh -
Sampah berserakan di sekitar TPS Pintu Kisi akibat kurang disiplinnya masyarakat dalam mentaati jam buang sampah.

Wartawan Iyus Firdaus PWI

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Sukabumi mengimbau masyarakat untuk mentaati jadwal membuang sampah yang dikaitkan dengan jam pengangkutan sampah dari TPS (Tempat Pembuangan Sampah) oleh petugas. Tujuannya agar tidak terlalu lama sampah berserakan atau menumpuk di TPS.

Imbauan itu disampaikan Kepala DLH Kota Sukabumi, Adil Budiman menanggapi rendahnya kesadaran masyarakat terhadap jam buang sampah yang salah satunya terjadi di TPS Pintu Kisi, Jalan RA. Kosasih. Akibat tidak disiplin dalam mentaati jadwal tersebut, TPS Pintu Kisi sering dipenuhi oleh sampah sampai meluber karena tidak tertampung di dalam bak penampungan.

“Seharusnya masyarakat membuang sampah pada jam-jam yang disesuaikan dengan jadwal pengangkutan dari TPS agar sampah tidak terlalu lama menumpuk di TPS,” kata Adil ketika dihubungi wartawan, Sabtu (8/6/2019).

Dalam satu hari, DLH menetapkan jadwal pengangkutan sampah dari TPS Pintu Kisi sebanyak 4 kali dalam satu hari yaitu pada pukul 06.00 WIB, 09.00 WIB, 13.00 WIB, dan pukul 19.00 WIB. Hendaknya masyarakat membuang sampah ke TPS pada saat menjelang tibanya jadwal pengangkutan sampah.  

“Di tempat lain pun sama, masyarakat kurang memperhatikan jam membuang sampah yang tepat waktunya. Kami sering menyampaikan sosialisasi tentang jam buang sampah melalui kecamatan dan kelurahan untuk disampaikan ke masyarakat melalui RW dan RT,” tutur Adil.

DLH, lanjut dia, sudah membicarakan permasalahan jam buang sampah tepat waktunya di Pintu Kisi dengan Ketua RT setempat dan Lurah Kebonjati. Adil menerima laporan masyarakat yang menggunakan TPS tersebut membuang sampah rumah tangga tidak teratur waktunya.

“Yang paling utama bukan jam angkut sampahnya, melainkan ketaatan masyarakat terhadap jam buang sampah,” ujar dia.

Adil menyampaikan harapannya agar di sekitar Pintu Kisi dikembangkan TPS3R untuk mengurangi volume sampah yang masuk ke TPS. Dengan diawali pengolahan di TPS3R, sampah yang dibuang ke TPS benar-benar residu yang tidak bermanfaat, sedangkan sampah-sampah yang masih dapat digunakan diolah menjadi barang yang berguna.

Pada bagian lain Adil membahas sampah yang diangkut pada malam Idul Fitri lalu yang mencapai 250 ton dari Jalan Julius Usman, Jalan Harun Kabir, dan Jalan Pasundan. Adil terjun sendiri ke lapangan bersama 100 petugas dengan dukungan 6 armada pengangkut sampah pada malam takbiran.

Tumpukan sampah itu merupakan kumulasi selama H-2, H-1, dan malam Idul Fitri karena selama beberapa hari truk sampah tidak dapat masuk ke ketiga ruas jalan tersebut akibat padatnya pedagang dan pembeli. (*)