Selepas Shalat Id: Jalan A Yani Sepi, Stasiun Barat Mencekam

oleh -
Jalan Ahmad Yani tampil dengan wajah yang tenang, nyaman, dan tertib pada waktu seharusnya dipenuhi orang dan kendaraan bermotor.

Wartawan Tim Idul Fitri

Selepas shalat Id, jalan-jalan utama di Kota Sukabumi benar-benar sepi dari kendaraan yang lalu lalang. Jalan Ahmad Yani di jantung kota yang biasanya dipadati kendaraan bermotor dan PKL pada pagi hari H Idul Fitri, Rabu (5/6/2019) relatif kosong melongpong, hanya satu dua mobil dan motor yang melintas setiap menitnya.

Begitu juga keadaan Jalan Harun Kabir yang akrab dengan kepadatan manusia, barang, dan kendaraan, selepas pagi menjelang siang, tak ubahnya di jalan desa. Jejaran kios-kios belum ada yang buka, hanya satu dua lapak yang beroperasi untuk menjual bunga dan mainan anak-anak.

Orang-orang berjalan santai di bagian tengah Jalan Harun Kabir tanpa khawatir tersenggol sepeda motor atau harus berdesak-desakkan di tengah lautan manusia. Angin pagi yang berhembus lembut menambah suasana indah di jalan yang paling padat dengan PKL tersebut.  

Jalan Harun Kabir tidak seperti biasanya, pagi menjelang siang sangat nyaman untuk dilewati.

“Nikmat sekali kalau keadaan jalan di sini setiap hari seperti ini. Benar-benar nyaman dan tenang,” kata Fajri, warga Desa Prianganjaya, Kecamatan Sukalarang, Kabupaten Sukabumi yang melintas Jalan Harun Kabir setelah mengikuti shalat Id di Lapang Merdeka.

Memasuki Jalan Stasiun Barat yang dijadikan tempat penampungan para  pedagang Pasar Pelita, keadaannya lebih sepi lagi. Sepanjang jalan yang membentang dari Jalan Harun Kabir sampai dengan Stasiun Sukabumi nyaris tidak ada orang beraktivitas.  

Jejeran kios-kios di tempat penampungan pedagang Pasar Pelita di Jalan Stasiun Barat ditinggal mudik pemiliknya.

Kios-kios ditinggalkan pedagang dengan lampu dalam keadaan menyala. Suasananya agak sedikit mencekam dan agak menegangkan karena di jalur tersebut tidak ada jalan untuk menghindar atau melarikan diri kalau tiba-tiba disergap begal atau geng motor yang keluyuran ke tengah pasar. Pejalan kaki yang dicegat penjahat dalam keadaan sepi seperti itu harus rela menjadi korban atau melawan untuk menjadi pemenang. 

Keadaan agak sedikit ramai ketika memasuki Stasiun Sukabumi. Para calon penumpang tampak mengantre di tempat pembelian tiket dan sebagian menunggu keberangkatan KA Siliwangi ke Cianjur dan KA Pangrango yang akan membawa mereka ke arah Bogor. (*)