Tidak Juga Serahkan Fasos Fasum, Developer Perumahan Harus Bikin Pernyataan Tidak Mampu

oleh -
Asep Irawan

Wartawan Iyus Firdaus PWI

Pengembang perumahan yang tidak memiliki kemampuan untuk menyerahkan fasos (fasilitas sosial) dan fasum (fasilitas umum) karena habis modal atau bangkrut sebaiknya membuat pernyataan tidak mampu. Dengan surat penyataan tidak mampu itu, pemerintah daerah dapat memproses serah terima fasos dan fasum dengan pengurus RT dan RW setempat.

“Sampai sekarang masih banyak perumahan yang belum menyerahkan fasos fasum kepada pemerintah. Status fasos fasum itu masih milik pengembang. Jadi, pemda tidak dapat memperbaiki kedua jenis fasilitas tersebut dengan dana dari APBD,” kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruangan, Perumahan, Kawasan Pemukiman dan Pertanahan (DPUPRPKPP) Kota Sukabumi, Asep Irawan kepada wartawan, Senin (20/5/2019).

Pernyataan Asep itu disampaikan untuk menanggapi keluhan warga Perumahan Nirwana Graha (PNG) di Kelurahan Dayeuhluhur, Kecamatan Warudoyong, Kota Sukabumi terkait fasos fasum yang ditelantarkan oleh pengembang. Warga PNG tidak dapat mengajukan proyek perbaikan fasos fasum seperti jalan karena belum diserahkan ke Pemkot Sukabumi.

Asep menyarankan kepada warga PNG untuk menghubungi pengembang untuk serah terima  fasos fasum agar dapat diperbaiki dengan dana dari APBD. Saat ini, warga di perumahan tersebut harus mengumpulkan dana sebesar Rp160 juta untuk memperbaiki jalan perumahan yang kondisinya telah rusak parah.

“Coba dicari dan dihubungi developernya. Kalau pengembangnya susah dihubungi dan tidak ada komunikasi, publikasikan saja lewat media massa dalam bentuk pengumuman.  Selanjutnya nanti RT dan RW setempat yang mengajukan permintaan serah terima fasos dan fasum,” jelas Asep.

DPUPRPKPP Kota Sukabumi, kata dia, telah dua kali melayangkan surat teguran kepada pengembang PNG terkait fasos fasum yang belum juga diserahterimakan oleh dia. Teguran juga menyangkut keteledoran pengembangan yang tidak menyediakan lahan pemakaman seluas 2 persen dari luas lahan perumahan.

“Sayangnya surat teguran dari kami tidak mendapat respon dari pengembang Perumahan Nirwana Graha. Kami mendorong warga untuk menghubungi dan menanyakan langsung masalah fasos fasum itu kepada pengembang,” ujar Asep.

BERITA TERKAIT…..

Fasos Fasum di PNG Belum Bisa Terima Proyek Pemda

Persentase Penyerahan Fasos Fasum Perumahan Sangat Rendah

Dalam serah terima terima fasos fasum, pemda terima beres dalam arti fasilitas yang diterima pemda harus dalam keadaan bagus dan berfungsi dengan baik.  Di sisi lain, kata dia, masyarakat yang tinggal di perumahan memiliki hak untuk menikmati pembangunan yang dibiayai oleh APBD. (*)