Pertemuan Ulama Imbau Umat Islam Tetap Konstitusional

oleh -
Sekretaris MUI Kota Sukabumi, KH. Muhammad Kusoy membacakan keputusan pertemuan puluhan ulama yang mengimbau umat Islam untuk selalu mentaati hukum.

Wartawan Iyus Firdaus PWI

Pertemuan puluhan ulama se-Kota Sukabumi melahirkan kesepakatan yang isinya mengimbau umat Islam selalu bertindak konstitusional. Para ulama juga menekanan kewajiban umat Islam untuk menjaga keamanan, persatuan, dan kesatuan bangsa. Sejalan dengan itu, para ulama juga menegaskan, umat Islam jangan terprovokasi oleh ajakan people power yang dilontarkan sekelompok orang tidak bertanggung jawab. 

Imbauan yang dituangkan dalam kesepakatan itu ditandatangani dan dibacakan oleh Sekretaris MUI Kota Sukabumi, KH. Muhammad Kusoy dalam acara multaqo atau pertemuan para ulama di Jalan Lingkar Selatan Kota Sukabumi, Jumat (17/5/2019) malam.

Dalam kehidupan bernegara dan beragama, bunyi kesepakatan itu, umat Islam wajib menegakkan kedamaian dan kesejahteran serta tidak melakukan tindakan-tindakan yang bertentangan dengan konstitusi.

Pada pertemuan tersebut hadir pula Pimpinan Pesantren Dzikir Al-Fath, KHM. Fajar Laksana. Jumlah peserta pertemuan sekitar 50 ulama dan tokoh agama. Wajib hukumnya, kata Kusoy saat membacakan kesepakatan para ulama, umat Islam mematuhi hukum dan peraturan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia dalam rangka menjaga keutuhan NKRI.

“Kami juga meminta umat Islam untuk bersabar menunggu hasil Pemilu 2019, baik Pemilihan Legislatif maupun Pilpres dari KPU. Tidak perlu ada gerakan-gerakan yang dapat mengganggu ketenteraman dan keamanan masyarakat. Semua proses harus konstitusional,” ucap Kusoy.

Berdasarkan aturan hukum yang berlaku, satu-satunya lembaga yang berwenang menutuskan hasil Pemilu adalah KPU. Terkait hasil Pemilu 2019, bagi umat Islam, langkah yang paling maslahat adalah menunggu keputusan dan pengumuman KPU. Jadi, umat Islam jangan terpengaruh oleh ajakan-ajakan yang bertentangan dengan hukum dalam menyikapi hasil Pemilu, termasuk people power.

“Kami tegaskan, secara langsung maupun tidak langsung, people power itu bertentangan dengan ajaran Islam karena akan menimbulkan kemudaratan. Kami menolak gerakan people power. Kami juga mengimbau umat Islam tidak terprovokasi oleh gerakan tersebut,” ujar Kusoy.

Sikap para ulama itu harus disampaikan kepada publik karena umat Islam membutuhkan fatwa dan nasihat terkait konsidi sosial politik yang terjadi akhir-akhir ini di Indonesia, lanjut dia. Sebagai lembaga yang memberikan fatwa pada umat, MUI Kota Sukabumi mengajak umat Islam untuk selalu menjaga persatuan umat dan bangsa. (*)