Tak Ada Ampun, Polisi Membekuk 32 Tersangka Kasus Narkoba

oleh -
Konferensi pers pengungkapan kasus narkoba dan obat-obatan berbahaya yang dipimpin Kapolres Sukabumi Kota, AKBP Susatyo Purnomo Condro (ketiga dari kiri) dihadiri Kasdim 0607, Mayor Inf. R. Khoirul; Kepala Dinkes Kota Sukabumi, Rina Nenny; dan Wakil Wali Kota Sukabumi, Andri Setiawan Hamami (paling kanan).

Wartawan Iyus Firdaus PWI

Kapolres Sukabumi Kota, AKBP Susatyo Purnomo Condro mengatakan, dalam kurun waktu selama tiga bulan, jajarannya berhasil membekuk dan menahan 32 tersangka kasus narkoba. Para tersangka itu berasal dari 22 kasus narkoba yang diungkap oleh Satuan Reserse Narkoba Polres Sukabumi Kota.

Pernyataan Kapolres itu disampaikan pada konferensi pers di halaman Mapolres Sukabumi Kota, Jalan Perintis Kemerdekaan Kota Sukabumi, Kamis (16/5/2019). Disebutkannya, barang bukti yang diamankan dari kasus-kasus tersebut terdiri dari sabu seberat 154 gram, ganja 35 gram, psikotropika  200 butir, dan obat-obatan berbahaya sebanyak 13.346 butir. 

“Tentunya dengan pengungkapan kasus ini kami mengharapkan bisa menekan penggunaan dan pengedaran narkoba di masyarakat, khususnya di bulan Ramadhan ini,” kata AKBP Susatyo.

Selain perkara narkoba, kasus lain yang diekspos Kapolres adalah pengedaran minumen keras. Pada kasus ini, polisi mengamankan 706 botol minuman keras dan 33 botol arak oplosan.

“Pengungkapan kasus narkoba dan minuman keras ini mudah-mudahan dapat menekan angka kriminalitas di Kota Sukabumi dan sekitarnya,” ucapnya.

Penggunaan obat-obatan berbahaya, lanjut dia, harus menjadi perhatian bersama, termasuk Dinas Kesehatan (Dinkes) agar obat-obatan tersebut tidak digunakan di luar resep dokter. Obat-obatan yang disalahgunakan oleh para tersangka antara lain Pil Tramadol, Pil Hexymer, Pil Riklona, dan Pil Merlopam. 

Sementara Kepala Dinkes Kota Sukabumi, Rita Nenny yang hadir pada konferensi pers menjelaskan, obat-obat tersebut harusnya digunakan dengan resep dokter. Para pengguna, ujar Rita, mengambil efek samping dari obat-obatan berbahaya yang disita polisi itu. 

“Insya Allah kami akan berkoordinasi dengan Balai POM untuk mengawal penggunaan dan pembuatan resep untuk obat-obat berbahaya di rumah sakit maupun apotik. Kami akan segera menelusuri asal muasal obat-obatan berbahaya itu sehingga biesa beredar bebas di masyarakat,” kata Rita. (*)