Disnak Imbau Pengusaha Dapat Kendalikan Harga Pangan Asal Ternak

oleh -
Bupati Sukabumi, H. Marwan Hamami (tengah) didampingi Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Sukabumi, Iwan Karmawan (kanan) berdialog dengan para pengusaha peternakan terkait upaya pemda dalam mengendalikan harga pangan asal ternak.

Wartawan Usep Mulyana

Dinas Peternakan (Disnak) Kabupaten Sukabumi mengimbau para pengusaha peternakan untuk mengendalikan harga pangan asal ternak. Kondisi saat ini, tingkat produktivitas pangan asal ternak yaitu daging dan telur cukup tinggi sehingga para pengusaha dapat berpartisipasi aktif dalam mengendalikan harga produk peternakan agar tidak memberatkan masyarakat.

Imbauan itu disampaikan Kepala Disnak Kabupaten Sukabumi, Iwan Karmawan pada pembukaan acara silaturahmi Bupati Sukabumi dengan para peternak, Selasa (14/5/2019). Pada kegiatan yang dihadiri dan diresmikan oleh Bupati Sukabumi, H. Marwan Hamami itu, Kepala Disnak juga memaparkan data statistik produktivitas peternakan.

“Persediaan daging sapi, daging ayam, dan telor ayam untuk kebutuhan masyarakat Sukabumi aman. Karena itu kami mengimbau para pelaku usaha peternakan dapat menekan harga di pasaran sehingga terjangkau seluruh lapisan masyarakat,” kata Iwan. 

Sampai awal bulan Ramadhan ini, tingkat produksi daging unggas di Kabupaten Sukabumi mencapai 5.078 ton. Dari jumlah tersebut hanya 25 persen yang dialokasikan untuk memenuhi permintaan pasar di Kabupaten Sukabumi, selebihnya dikirim ke luar daerah.

Kegiatan silaturahmi, lanjut Iwan,  dilaksanakan dalam rangka pengendalian dan pemantauan ketersediaan pangan asal ternak selama Ramadhan dan menjelang Idul Fitri 1440 Hijriyah di Kabupaten Sukabumi. Jumlah pesertanya sekitar 50 orang yang berasal dari kalangan peternak ayan dan usaha sapi potong.

Sementara itu, Bupati Marwan dalam arahanya menyampaikan pentingnya jalinan silaturahmi yang erat antara pemerintah dengan pelaku usaha peternakan. Hal ini penting untuk menguatkan kebersamaan sehingga regulasi yang diambil pemerintah di bidang peternakan menjadi kebijakan yang prorakyat sekaligus menguntungkan para pengusaha.

“Beberapa kebijakan yang diambil pemerintah pada bulan Ramadhan ini antara lain menyelenggarakan pasar murah untuk menyediakan barang-barang yang harganya terjangkau. Kami harapkan pelaku usaha peternakan bisa memberikan kontribusi pada kegiatan tersebut untuk kepentingan masyarakat Kabupaten Sukabumi,” ujar Marwan.

Bupati juga mengingatkan adanya kewajiban membuat izin penggunaan air tanah bagi pengusaha peternakan sesuai hasil rapat koordinasi yang digelar Pemprov Jawa Barat. Dia yakin, para pengusaha peternaka di Kabupaten Sukabumi akan memperhatikan kewajiban tersebut. (*)