Satpol PP Tidak Tahu Status Perizinan Grosir Petasan Toko Toy

oleh -
Kabid Penegakan Perda dan SDA pada Dinas Satpol PP Kota Sukabumi, Sudrajat memeriksa petasan yang dijual oleh para pedagang untuk mengetahui diameter dari mainan yang digemari masyarakat karena ledakannya itu.

Wartawan Iyus Firdaus PWI

Satpol PP Kota Sukabumi tidak mengetahui status perizinan sebagai grosir petasan untuk Toko Toy di Jalan Stasiun Timur. Semestinya berdasarkan peraturan, grosir petasan mengantungi izin dari pihak berwenang seperti pemda atau kepolisian untuk penjualan petasan ukuran tertentu.

“Di wilayah Kota Sukabumi ada beberapa grosir petasan. Sejauh ini hanya ada nama Toko Samudera di Jalan Ahmad Yani yang disebut-sebut telah mengantungi izin sebagai grosir petasan menurut informasi dari para pedagang petasan,” kata Kabid Penegakan Perda dan SDA pada Dinas Satpol PP Kota Sukabumi, Sudrajat kepada wartawan, Selasa (14/5/2019).

Namun Sudrajat belum mengetahui dengan persis kebenaran informasi dari pedagang tersebut. Begitu juga untuk Toko Toy belum jelas status perizinannya sebagai grosir petasan.

Toko Toy di Jalan Stasiun Timur Kota Sukabumi menjadi pusat perhatian masyarakat karena pada Senin (13/5/2019) terjadi ledakan besar di toko ini. Ledakan terjadi saat para pegawai toko sedang bongkar muat dan pemindahan petasan dari mobil ke dalam toko. Pada peristiwa itu, lima orang luka-luka termasuk pemilik toko bernama Sultan.

BACA BERITA TERKAIT….

Satu Korban Ledakan Petasan di Stasiun Timur Meninggalkan Rumah Sakit

“Selama ini keberadaan Toko Toy dan ruko-ruko baru yang ada di Jalan Stasiun Timur belum tersentuh oleh kami,” ujar Sudrajat. 

Jajarannya, sambung dia, akan mendatangi Jalan Stasiun Timur untuk menelusuri izin grosir petasan Toko Toy. Yang jelas, kata Sudrajat, Pemkot Sukabumi tidak akan mengeluarkan izin sembarangan untuk grosir petasan. Izin yang diberikan hanya berupa izin usaha perdagangan tanpa menyebutkan secara spesifik untuk penjualan petasan.

“Kami akan melakukan pemeriksaan hari ini. Mudah-mudahan ada info lain tentang toko grosir petasan,” kata Sudrajat. 

Pada dasarnya, lanjut dia, penjualan petasan yang membahayakan dilarang oleh pemda. Peraturan Wali Kota Sukabumi Nomor 11 Tahun 2013 tentang Tertib Ramadhan di Kota Sukabumi menyebutkan beberapa jenis petasan/bunga api yang dilarang.

“Berdasarkan undang-undang, penggunaan petasan atau kembang api yang diameternya 2 sampai dengan 8 inci harus seizin dari kepolisian. Di lapak-lapak pedagang di pinggir jalan, semua petasan yang dijual berdiameter di bawah 2 inci. Kami telah melakukan operasi ke lapak-lapak petasan sebelum terjadi ledakan di Jalan Stasiun Timur,” jelas Sudrajat. (*)