Satu Korban Ledakan Petasan di Stasiun Timur Meninggalkan Rumah Sakit

oleh -
Petugas pemadam kebakaran sedang menjinakkan petasan yang tersisa dari ledakan yang menghanguskan bagian belakang mobil minibus bernomor polisi F 8255 SL dengan pengawalan dari kepolisian.

Wartawan Iyus Firdaus PWI/Muzayin Aripin

Satu korban ledakan petasan di Jalan Stasiun Timur, Kelurahan Kebonjati, Kecamatan Cikole, Kota Sukabumi sudah meninggalkan rumah sakit. Engkay, nama korban tersebut diperkenankan pulang oleh tim medis setelah mendapatkan perawatan atas luka-luka yang dideritanya.

“Satu korban perempuan sudah pulang karena lukanya sedikit, sedangkan  korban lainnya masih dirawat,” kata Kepala Humas RSUD R. Syamsudin, S.H., Wahyu Handriyana kepada wartawan, Senin (13/5/2019) malam.

Engkay diperbolehkan pulang beberapa jam setelah terkena dampak ledakan petasan. Dari lima korban ledakan petasan, Herman (48) yang merupakan karyawan dari toko petasan mengalami luka serius pada matanya.

Tiga korban lainnya Sultan (40) yang merupakan pemilik toko, M. Yudi (18), dan Ramdan (23) mengalami luka bakar. Yudi dan Ramdan juga bekerja pada toko milik Sultan.

Ledakan di Jalan Stasiun itu terjadi di dalam mobil minibus bernopol F 8255 SL yang membawa petasan sekira pukul 16.00 WIB. Pada saat itu, para pegawai toko sedang membongkar muatan petasan dari mobil berwarna putih tersebut untuk dipindahkan ke dalam toko.

Informasi yang dihimpun di tempat kejadian menyebutkan, kemungkinan ada kumpulan petasan yang jatuh dari atas menimpa tumpukan petasan di bawahnya. Lalu terjadi gesekan yang menimbulkan percikan api dan memicu ledakan dari kumpulan petasan di dalam mobil itu.

Empat korban langsung berhadapan dalam jarak dekat dengan sumber ledakan, sedangkan satu korban yaitu Engkay kebetulan sedang melintas dengan sepeda motor di lokasi tersebut. Jarak Engkay ke sumber ledakan relatif lebih jauh. Akibat ledakan, bagian kabin belakang mobil hangus terbakar.

“Kami menerima pasien korban petasan itu kira-kira pukul 16.30 WIB yang dikirim oleh jajaran Polres Sukabumi Kota. Kami mengetahui para pasien merupakan korban petasan dari petugas kepolisian yang mengantarkan mereka,” ujar Wahyu.

Pasien atas nama Herman, jelas dia,  akan ditangani secara khusus oleh dokter spesialis bedah plastik dan dokter spesialis mata.  Efek dari ledakan, lanjut Wahyu, juga menyebabkan luka-luka kecil yang cukup banyak kepada pasien karena tubuh mereka kemasukan kerikil yang berhamburan oleh energi ledakan petasan.

“Keempat pasien yang masih dirawat kondisinya mulai stabil,” tutur dia.

Hingga berita ini diturunkan, polisi masih menyelidiki penyebab ledakan yang membuat geger warga di sekitar Stasiun Sukabumi tersebut. Untuk mengamankan lokasi, Polres Sukabumi kota memasang garis polisi di tempat ledakan. (*)