Hari Pertama Ramadhan, Harga Buah-buahan Stabil

oleh -
Fatimah, pedagang buah-buahan dan bahan es campur di Pasar Gudang sibuk melayani pembeli sejak pagi.

Wartawan Iyus Firdaus PWI

Hari pertama bulan Ramadhan 1440 Hijriyah, harga buah-buahan dan bahan es campur di sejumlah pasar tradisional masih stabil. Tidak ada kenaikan harga walaupun tingkat permintaan terhadap bahan-bahan makanan tersebut mengalami kenaikan.

“Untuk harga buah-buahan dan bahan es campur tidak ada kenaikan, dari kemarin masih tetap stabil,” kata Fatimah (43),  salah seorang pedagang buah-buahan di Pasar Gudang, Kota Sukabumi kepada wartawan,  Senin (6/5/2019).

Harga yang berlaku di kiosnya, ujar dia, untuk pepaya sebesar Rp6 ribu/kg, ketimun suri Rp5 ribu/kg, buah belewah Rp6 ribu/kg, melon Rp7 ribu/kg, dan cincau hitam dijual dengan harga Rp3 ribu/potong. Fatimah juga menjual bahan untuk es campur lainnya seperti rumput laut dan pacar cina. 

Sementara itu,  salah seorang ibu rumah tangga, Rusdianti (37) warga Kelurahan Nyomplong, Kecamatan Warudoyong,  Kota Sukabumi sengaja membeli buah-buahan dan bahan es campur untuk diolah sendiri menjadi es campur. Keluarganya lebih suka memakan es campur buatan sendiri ketimbang buatan para pedagang.

“Saya membeli bahan es campur untuk bahan takjil keluarga saat buka puasa. Kalau membeli di tukang es buah, rasanya tidak puas,  mending bikin sendiri. Selain rasanya bisa disesuaikan dengan selera keluarga juga harganya lebih murah,” kata Rusdianti.

Hari pertama bulan puasa membawa berkah bagi para pedagang seperti Fatimah. Hampir setiap toko dan kios yang menjual buah-buahan, makanan,  sayuran, dan dipenuhi oleh pembeli. Fatimah sendiri merasa bahagia karena sejak pagi kios miliknya ramai didatangi pembeli. 

“Alhamdulillah bulan puasa membawa berkah,  banyak pembeli yang membeli buah dari kios saya,” ujar dia. (*)