Bupati Meninjau Lokasi Pergeseran Tanah dan Lokasi Pengungsian di Nyalindung

oleh -
Bupati Sukabumi, H. Marwan Hamami ketika berada di lokasi bencana pergeseran tanah di Kampung Gunungbatu, Desa Kertaangsana, Kecamatan Kebonpedes, Kabupaten Sukabumi.

Wartawan USEP MULYANA

Bupati Sukabumi, H. Marwan Hamami melakukan peninjauan ke lokasi pergeseran tanah di Kampung Gunungbatu, Desa Kertaangsana, Kecamatan Nyalindung, Kabupaten Sukabumi, Minggu (28/4/2019). Selain itu bupati juga menyerahkan bantuan berupa cangkul, garpu, roda sorong, dan paralon kepada warga untuk menunjang program pipanisasi. 

“Hari ini kami sudah mengajukan permintaan kepada tim geologi untuk mencermati penyebab bencana pergeseran tanah di Desa Kertaangsana. Kita lihat di lokasi bencana, banyak tanah yang permukaannya turun,” kata bupati di sela peninjauan ke Kampung Gunungbatu.

Hal yang harus dicermati, ujar Marwan, adalah mata air dan aliran air di bawah tanah yang tidak terlihat. Bukan tidak mungkin mata air dan aliran air seperti itu dapat memicu pergeseran tanah. Karena itu pemda mengambil langkah cepat dengan mengkondisikan warga untuk menghindari tempat-tempat yang rawan terkena pergeseran tanah.

“Nanti ketika lokasi tersebut ditetapkan sebagai zona merah berdasarkan hasil kajian oleh tim geologi, semua warga harus siap direlokasi demi keamanan dan keselamatan bersama,” kata bupati.

Tidak semua daerah di kawasan yang terlanda pergeseran tanah itu masuk zona merah. Namun, beberapa di antaranya telah ditetapkan sebagai bagian dari bagian zona waspada.

Bupati menggarisbawahi pentingnya warga untuk selalu bersiaga dan saling berkomunikasi untuk memantau kondisi di lingkungannya masing-masing.

“Untuk mengurangi risiko bencana, sebaiknya masyarakat tidak membangun rumah di lokasi berupa lereng. Semestinya tempat seperti itu dijadikan area penanaman pohon yang ikatan akarnya kuat,” kata Marwan. 

Bencana pergeseran tanah di Kampung Gunungbatu terjadi pada Selasa (23/4/2019). Dampak dari bencana tersebut antara lain mengakibatkan 69 rumah rusak dan 40 rumah terancam bahaya. Warga yang rumahnya rusak dan terancam pergeseran tanah sementara waktu tinggal di pengungsian.

Pemkab Sukabumi mendirikan tenda darurat dan dapur umum untuk melayani kebutuhan tempat tinggal dan makanan bagi 354 pengungsi. Para pengungsi berasal  dari 110 kepala keluarga. 

Sementara itu Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi, Maman Suherman menerangkan, sejak terjadi pergeseran tanah, bupati telah memerintahkan penanganan terhadap bencana tersebut.

Langkah yang diambil BPBD, ujar Maman, antara lain melakukan evakuasi penduduk di lokasi bencana, pendataan korban, penyiapan lahan evakuasi dan lahan pengungsi, pembuatan dapur umum, pembuatan posko pengungsi dan pos penanggulangan bencana, serta pos kesehatan. (*)