Wali Kota Melayat Pamsung TPS yang Meninggal Dunia

oleh -
Selain menyampaikan duka cita, Wali Kota Sukabumi H. Achmad Fahmi (kiri, tengah) juga menyatakan akan menanggung biaya pendidikan anak-anak Andi (57), petugas Pamsung TPS yang meninggal dunia selepas menjalankan tugas pengawalan pemungutan suara dan pengiriman kotak suara.

Wartawan Iyus Firdaus PWI

Wali Kota Sukabumi, H. Achmad Fahmi melayat ke rumah duka petugas pengamanan langsung (Pamsung) TPS bernama Andi (57) yang meninggal dunia, Jumat (26/4/2019). Saat mendatangi rumah duka, wali kota menyatakan akan membantu dan menanggulangi biaya sekolah anak-anak almarhum. Andi mengalami kelelahan dan sakit setelah menjalankan tugas di TPS.  

“Kami melayat Pak Andi untuk menyampaikan duka cita yang mendalam dan mendoakan beliau,” ujar Fahmi di rumah keluraga Andi di RT 01 RW 06 Kelurahan Cikundul,  Kecamatan Lembursitu, Kota Sukabumi. 

Saat ini, kata dia, hal yang paling penting adalah memperhatikan kelanjutan pendidikan anak-anak almarhum. Andi mempunyai dua anak yang membutuhkan perhatian untuk jaminan masa depannya.

“Perhatian terhadap anak-anak Pak Andi harus diberikan agar masa depan mereka terjamin. Yang penting mereka bisa melanjutkan pendidikan dan meraih masa depan yang lebih baik. Pemkot Sukabumi akan menanggulangi biaya sekolah anak-anak almarhum,” ungkap wali kota.

Andi merupakan Pamsung di TPS 13 Kelurahan Gunungparang, Kecamatan Cikole. Petugas Pamsung tersebut merupakan warga RT 01 RW 08 Pancuran Kembang, Kelurahan Gunungparang, Kecamatan Cikole. Namun keluarga besarnya tinggal di Cikundul.

“Keberadaan petugas Pamsung tersebut tidak bisa terlepas dari suksesnya penyelenggaraan pemilu di Kota Sukabumi. Karena itu pemerintah daerah akan memberikan perhatian khusus kepada penyelenggara pemilu termasuk petugas pamsung yang mengalai kelelahan atau meninggal dunia,” kata Fahmi.

Pemkot Sukabumi, terang wali kota, juga menjamin pelayanan kesehatan berupa biaya perawatan dan pengobatan petugas KPPS maupun petugas pengamanan yang sakit. Kebijakan tersebut merupakan bentuk pelayanan kepada mereka yang telah bertugas dalam mensukseskan proses demokrasi.

“Biaya layanan kesehatan untuk petugas KPPS dan PPK serta petugas pengamanan ditanggung pemerintah. Mereka tidak perlu khawatir dengan masalah biaya perawatan,” tambahnya.

Setelah tahapan pemungutan suara, Pemkot Sukabumi memberikan layanan kesehatan sejak Minggu (21/4/2019) di titik-titik lokasi rekapitulasi suara di tingkat PPK. Di setiap titik disiapkan ambulans dan dua tenaga medis yang bertugas dari pagi hingga malam. Mereka melakukan pengecekan kesehatan untuk mengetahui kondisi kesehatan para petugas KPPS dan PPK. (*)