Jasa Raharja Tuntaskan Santunan kepada Siswa MAN

oleh -
Kepala Jasa Raharja Perwakilan Sukabumi-Cianjur, Harry Herawan (ketiga dari kanan) menyerahkan santunan kepada ahli waris yang meninggal dunia pada kecelakaan lalu lintas yang menimpa rombongan MAN Sukabumi.

Wartawan Iyus Firdaus PWI

PT. Jasa Raharja Perwakilan Sukabumi-Cianjur menuntaskan pembayaran santunan kepada dua siswa MAN 3 Sukabumi yang menjadi korban kecelakaan lalu lintas (laka lantas) di kawasan Pajampangan, Kabupaten Sukabumi. Pembayaran santunan tersebut diserahkan kepada keluarga korban di rumahnya masing-masing.

“Santunan diberikan kepada ahli waris korban laka lantas yang meninggal dunia sehari setelah kejadian yakni pada hari Senin tanggal 22 April 2019,” kata Kepala Jasa Raharja Perwakilan Sukabumi-Cianjur, Harry Herawan kepada wartawan, Selasa (23/4/2019).

Dua siswa yang meninggal dunia pada laka lantas itu terdiri dari Irma Marina (17) warga Kampung Bojongloa RT 06 RW 06, Desa Jagamukti, Kecamatan Surade dan Sukenti (17) yang rumahnya di Kampung Pasirmalang RT 18 RW 055, Desa Kadaleman,  Kacamatan Surade, Kabupaten Sukabumi. 

“Kepada ahli waris korban yang meninggal dunia kami turut prihatin dan ikut berduka cita yang paling dalam. Proses pembayaran santunan laka lantas telah kami selesaikan kepada kedua ahli waris korban melalui transfer ke rekening ahli waris korban,” ujar Harry.

Laka lantas yang menimpa kedua siswa MAN 3 Sukabumi itu terjadi saat mereka sedang berada di dalam bus pariwisata pada Minggu (21/4/2019). Bus yang mereka tumpangi menabrak pohon. Atas laka lantas terserbut, Jasa Raharja mendapat  informasi tentang proses identifikasi oleh jajaran Polri di tempat kecelakaan.

“Kami melakukan upaya jemput bola dalam identifikasi korban, termasuk evakuasi dan penanganan di RSUD Jampang Kulon. Petugas kami juga membantu ahli waris korban dalam melengkapi data, persyaratan dan pembuatan rekening di bank untuk mempercepat proses pencairan santunan asuransi,” jelas Harry.

Perusahaan bus yang dalam hal ini  Cititrans Utama telah menunaikan kewajibannya yaitu membayar premi iuran wajib Jasa Raharja, lanjut dia. Di sisi lain, pihaknya telah memberikan surat jaminan kepada setiap korban laka lantas bus tersebut.

Begitu pun kepada rumah sakit, Jasa Raharja memberikan jaminan pembayaran untuk para korban yang akan dibayar sampai batas Rp20 juta. Harry juga telah menjenguk korban luka berat yang dirawat di RSUD R Syamsudin, S.H. Kota Sukabumi.

“Dari beberapa kejadian laka lantas, khusus bagi angkutan umum yang menempuh jarak cukup jauh,  kami sarankan perusahaannya menyiapkan sopir cadangan yang dapat bertugas secara bergiliran untuk mencegah laka lantas akibat sopir kelelahan,” tutur dia.

Pada bagian lain Harry menguraikan data pembayaran klaim asuransi Jasa Raharja Perwakilan Sukabumi-Cianjur dari Januari hingga Maret 2019. Untuk korban meninggal dunia, Jasa Raharja telah membayarkan santunan sebesar Rp4.200.000.000 atau naik sebesar 3,07 persen dibandingkan santunan pada periode yang sama tahun lalu yang mencapai Rp4.075.000.000. 

Untuk santunan korban luka berat naik sebesar 19,75 persen dari Rp610.465.194 pada tahun 2018 menjadi Rp760.718.087 pada tahun 2019. Adapun santunan untuk korban cacat tetap pada 2018 sebesar Rp77.500.000 dan pada 2019 mencapai Rp150.500.000 atau naik sebesar 48,50 persen.

Sementara untuk pembayaran P3K pada 2018 mencapai Rp2.614.008 dan sebesar Rp3.268.869 pada 2019 atau naik sebesar 20,03 persen. Total dana yang sudah dibayarkan Jasa Raharja sebesar Rp5.114.486.956 pada tahun 2019 dan Rp4.765.579.202 pada tahun 2018 atau naik sebesar 6,82 persen. (*)