Penghinaan Islam, Pemilik Wajah yang Dipasang Dede Bonay Berangkat ke Polres

oleh -

Wartawan Nana Suhendar

Pemilik wajah yang dipasang pada akun Facebook, Dede Bonay harus berurusan dengan polisi. Karena status pada akun yang memasang wajahnya itu terang-terangan menghina Islam, dia harus memberikan keterangan di Polres Sukabumi di Palabuhanratu. Sebelumnya dia datang ke Mapolsek Cidahu, Kabupaten Sukabumi pada Senin (25/3/2019) sekira pukul 17.30 WIB.

Selanjutnya bersama jajaran Polsek Cidahu, dia berangkat ke Palabuhanratu untuk memberikan keterangan lebih lanjut. Tindakannya mendatangi Mapolsek Cidahu sangat tepat karena status yang ditulis Dede Bonay telah menimbulkan kemarahan netizen, khususnya umat Islam.

Orang itu datang ke Polsek Cidahu bersama ketua RT di lingkungan tempat tinggalnya. Informasi tentang Dede Bonay yang dibawa ke Palabuhanratu beredar dengan cepat di media sosial.

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari Mapolsek Cidahu, yang bersangkutan mengaku fotonya digunakan oleh seseorang yang menggunakan akun Dede Bonay. Dia juga menegaskan bukan pemilik akun Dede Bonay yang bikin geger dunia maya tersebut.

“Nah orang itu bersama keluarganya dan Pak RT-nya datang ke Polsek Cidahu. Dia menceritakan yang sebenarnya. Dia datang untuk meminta perlindungan ke Polsek Cidahu. Untuk mendalami kasus ini, Kapolsek membawanya ke Mapolres di Palabuhanratu,” ujar petugas jaga yang ditemui di Mapolsek Cidahu.

Dalam statusnya, Dede Bonay yang memasang foto milik orang tersebut menulis dua kalimat yang menggambarkan dia sangat benci pada Islam. Dia juga tanpa tendeng aling-aling menghina Nabi Muhammad SAW dengan kalimat yang tidak patut disematkan pada junjunan seluruh umat Islam tersebut.

Tak pelak, statusnya itu memancing kemarahan netizen lain yang semuanya mengecam Dede Bonay. Akun Wendi Lesmana menulis, viralkeun, tuman. Sementara pemilik akun WandyNrh menyatakan, kiamat sudah dekat asstagfitullah dan Herlan ciloyoh menulis, kdu di brantass nu kitu mah!

Mendapat serangan atas statusnya, Dede Bonay bukannya surut. Dia malah mengajak ribut kepada para pengecamnya. Untuk menunjukkan keberaniannya, dia menulis, Wani mah ka Cidahu, sok ku ang ditantangg, ker pusinnggh kiee mahhh.

Belum ada kejelasan dan keterangan tentang pihak yang membuat status tersebut. Sejauh ini polisi belum memberikan keterangan terkait kasus dugaan penghinaan terhadap Islam itu. (*)