Pengamat: Perempuan Harus Didorong Terjun ke Politik

oleh -

Wartawan Fitra Yudi Saputra 70

Pengamat kebijakan publik yang juga pemerhati politik, Prof. DR. H. Asep Deni mengatakan, sudah sewajarnya apabila semua kalangan mendorong kaum perempuan untuk terjun ke dunia politik.

Ilmuwan yang sehari-hari menjabat Ketua STIE PGRI Sukabumi itu berpandangan, makin banyak perempuan yang memiliki kedudukan politik, kian bagus bagi upaya mewujudkan kehidupan politik yang sehat dan demokratis. 

“Karena itu perempuan harus didorong untuk terjun ke dunia politik. Keterlibatan perempuan dalam politik seperti menjadi caleg merupakan hal yang baik bagi kehidupan berbangsa dan bernegara,” kata Asep Deni pada kegiatan sosialisasi Pemilu 2019 dan komunikasi perempuan politik di Pendopo Sukabumi, Selasa (19/3/2019).

Persepsi dan penilaian masyarakat terhadap caleg perempuan, lanjut Asep, harus sama dan sejajar dengan caleg laki-laki. Caleg perempuan juga mempunyai potensi yang sama untuk menadi wakil rakyat yang baik dan dapat menyalurkan suara masyarakat serta menyatakan pendapat. Selain itu caleg perempuan juga memiliki kemampuan dalam menyusun kebijakan. 

“Saat ini banyak kendala yang dihadapi caleg perempuan, salah satunya harus bersaing dengan caleg laki-laki yang memiliki mobilitas dan jaringan luas di masyarakat,” ujarnya.

Di luar konteks politik, kata Asep, kaum perempuan dapat meraih kedudukan di pemerintahan sebagai karier dan berkiprah di lembaga perwakilan rakyat non-parpol yakni Dewan Perwakilan Daerah (DPD). Mereka juga bisa ambil posisi di komisi-komisi atau badan-badan yang menangani urusan terentu seperti KPU, Bawaslu, BPSK, Komnas HAM, dan KPK. 

Sosialisasi tersebut diselenggarakan oleh KPPI (Kaukus Perempuan Politik Indonesia) Kabupaten Sukabumi yang bekerja sama dengan Pemkab Sukabumi. Tujuan sosialisasi untuk memberikan pencerahan kepada para peserta agar dapat mengambil posisi penting di lingkungan partai politik dan dapat bersaing dengan kaum laki-laki.

Perwakilan yang hadir pada acara itu merupakan kaum perempuan yang berasal dari berbagai partai politik seperti Partai Gerindra, Partai Demokrat, Partai Golkar, PPP, PDI Perjuangan, Partai Nasdem, PAN, PKB, dan Perindo. Jumlah pesertanya sekitar 60 orang. (*)