Laskar GOIB dan Jawara BJI Sukabumi Menangkap Pemilik Akun Penghina Islam

oleh -
Screenshoot Status Milik Ebok Punk

Wartawan Fitra Yudi Saputra 70 – M. Zayin

Laskar GOIB (Gerakan Ormas Islam Bersatu) dan jawara BJI Presda Sukabumi Raya menangkap pemilik akun Ebok Punk yang dalam salah satu statusnya menghina Islam. Mereka menangkap penghina Islam itu ketika dia turun dari angkot jurusan Sukabumi-Sukaraja di kawasan Ciaul, Kota Sukabumi, Selasa (26/2/2019) sekitar pukul 19.30 WIB.

Sebelum penangkapan terjadi, sejumlah pengurus dan kader GOIB merasa resah atas status yang dipasang oleh Ebok Punk yang terang-terangan menghina Tuhan dan Islam. Anggota BJI Presidium Sukabumi Raya Bidang Jawara Angga Fawwaz Zain didampingi Laskar GOIB pun langsung bergerak ke lapangan untuk mencari Ebok Punk.

Kedua pendekar Islam ini menemukan Ebok di atas angkot berbekal foto yang ditampilkan pada profil akun Facebooknya. Mereka memanggil Ebok dan langsung menangkapnya. Kepada anggota Laskar GIOB dan BJI, Ebok mengaku akun Faceboonya dibajak oleh pihak lain. 

Untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan, Angga dan rekannya dari GOIB membawa Ebok ke Mapolres Sukabumi Kota. Setelah dia berada di Mapolres Kota, puluhan orang dari berbagai ormas Islam berdatangan ke tempat pemeriksaan. Beberapa orang menyatakan kekesalannya dan ingin memberikan pelajaran secara fisik kepada penghina Islam tersebut.

Angga Fawwaz Zain (kiri) bersama seorang pria bertato yang diduga pemilik akun Ebok Punk yang statusnya menghina Islam.

Dalam statusnya Ebok menulis, ‘Apa elu yakin…, Punya tuhan kok gak ada wujudnya..(setan dong), Apa elu percaya…, Punya tuhan kok gak tau bentuknya (gila dong). Di akhir statusnya Ebok menulis Islam yang disepadankan dengan binatang najis.

Berita Terkait

Netizen Ngamuk, Pemilik Akun Penghina Islam Nginep di Kantor Polisi

Statusnya itu menuai komentar balik yang isinya mengecam Ebok Punk. Dalam waktu sekitar 6 jam sejak statusnya muncul sampai pukul 20.50 WIB, status Si Ebok itu dikomentari 2,7 ribu netizen yang semuanya mengecam status tersebut. Para nitizen menginginkan Ebok diproses secara hukum. (*)