Wali Kota Kagum, Silat Masih Banyak Peminatnya

oleh -
Wali Kota Sukabumi, H. Achmad Fami (kiri) menerima seragam kebesaran Al-Azhar Seni Bela Diri (ASBD) Moslem Martial Art pada pembukaan Kejuaraan APEC. Tampak pada gambar Ketua Pengda Perguruan ASBD Muslim Art yang juga Ketua Panitia APEC, Agus Rahayu Susafa (paling kiri) dan Ketua Bang Japar Indonesia Presidium Sukabumi Raya, Budhy Lesmana (ketiga dari kiri).

Wartawan Iyus Firdaus PWI

Wali Kota Sukabumi, H. Achmad Fahmi menyampaikan kekagumannya terhadap perkembangan pencak silat yang sampai saat ini masih banyak peminat dan penggemarnya. Dia mengharapkan dari Kota Sukabumi bermunculan atlet-atlet tangguh pencak silat yang dapat mengangkat dan mengharumkan nama daerah.

Pernyataan wali kota itu disampaikan di depan keluarga besar Perkumpulan Al-Azhar Seni Bela Diri (ASBD) Moslem Martial Art dan para peserta ABSD Pencak Silat Championship (APEC) di Toserba Selamat, Kota Sukabumi, Sabtu (23/2/2019). Event APEC yang dibuka wali kota itu berlangsung selama dua hari sampai dengan Minggu (24/2/2019).

“Saya mengapresiasi pelaksanaan APEC ini. Kota Sukabumi menjadi tempat berlaga para pesilat se-Jawa Barat untuk memperebutkan berbagai piala dari kejuaraan ini,” ujarnya.

Fahmi mengharapkan para pesilat muda asal Kota Sukabumi menggunakan APEC sebagai ajang untuk meningkatkan prestasi. Event ini, lanjutnya, tidak hanya dapat melahirkan bibit-bibit atlet silat, tetapi juga mendorong budaya sportivitas di kalangan anak-anak.

“Saya bangga kejuaraan ini didatangi pesilat dari berbagai daerah. APEC juga sebagai salah satu upaya melestarikan budaya. Semoga anak-anak kita dapat belajar sportivitas dalam kejuaraan APEC,” kata Fahmi.

APEC memperebutkan Piala Wali Kota, Kapolres Sukabumi Kota, Disbudpora, dan Bang Japar Indonesia. Selain memperoleh piala, para peseilat yang berhasil menjadi juara akan meraih uang pembinaan untuk perguruan tinggi atau sekolah masing-masing. Para peserta berasal dari kalangan pelajar dan mahasiswa.

Ketua Pengda Perguruan ASBD Muslim Art yang juga Ketua Panitia APEC, Agus Rahayu Susafa menjelaskan, para peserta yang ikut dalam pertandingan berasal dari berbagai daerah seperti Kota/Kabupaten Sukabumi, Bandung, Cianjur, Karawang, Bogor, dan Jakarta. Jumlah pesertanya mencapai sekitar 600 pesilat.

“Kebanyakan peserta berasal dari kalangan pesilat pemula. Kejuaraan sebagai upaya untuk menanamkan rasa cinta para pesilat pada ilmu bela diri milik bangsa sendiri. Jangan sampai bela diri kita kalah oleh bela diri dari luar. Selain itu juga untuk meningkatkan prestasi pesilat,” kata Agus.

Di Kota Sukabumi, pencak silat sudah masuk dalam kurikulum sekolah. Kebijakan ini sangat berpengaruh terhadap prestasi anak maupun perguruan silat yang ada di Kota Sukabumi. Agus sendiri sangat mendukung pencak silat masuk ke dalam kurikulum maupun mulok.  

Peserta kejuaran APEC, jelas dia, dikelompokkan berdasarkan berat badan, tinggi, dan kelas atlet di sekolah. Cara penilaian menggunakan sistem digital yang hasilnya terpampang secara transparan sehingga efektif untuk mencegah kecurangan. Penerapan sistem ini pertama kalinya di Kota Sukabumi.

“Kami berencana akan menggelar APEC kedua dalam jangka enam bulan ke depan dari sekarang. Lokasinya bergilir di berbagai daerah di Jawa Barat,” jelas dia. Kejuaraan APEC pertama untuk kategori pemasalan, sedangkan APEC kedua disiapkan untuk kategori prestasi dan untuk selanjutnya kategori fighter dan seni. (*)