Baru Setahun, Kedai Bu Ade Langsung Eksis

oleh -
Sajian menu di Kedai Bu Ade, Jalan Pelabuan 2 Nomor 99, Warudoyong, Kota Sukabumi selalu mengundang selera penikmat kuliner untuk mencicipi dan menyantapnya.

Wartawan Iyus Firdaus PWI

Nama Kedai Bu Ade bukan hal yang asing bagi warga yang sering melintas Jalan Pelabuan 2. Rumah makan ini cukup dikenal oleh warga di sekitaran Kelurahan Dayeuhluhur, Kecamatan Warudoyong, Kota Sukabumi. Walaupun baru berjalan satu tahun, Kedai Bu Ade yang terletak di Jalan Pelabuan 2 Nomor 99, Warudoyong sudah dikenal luas di kalangan pemburu kuliner khas daerah.

“Rumah makan ini baru berjalan satu tahun. Asalnya saya usaha jasa katering di rumah. Setelah rumah makan buka, usaha jasa katering pun tetap saya jalankan,” kata pemilik Kedai Bu Ade, Ade Nurlela (58) ketika dihubungi wartawan, Minggu (24/2/2019) pagi.

Usaha yang ditekuninya, ujar Ade, berangkat dari hobi memasak dan membuat kue sejak masih remaja. Resep yang diolahnya berasal dari peninggalan orang tua. Di Kedai Bu Ade, dia menawarkan 25 menu masakan khas Sunda yang dapat membuat para penikmat kuliner ketagihan.

“Di rumah makan yang kami kelola terdapat beberapa menu andalan salah satunya sop iga. Banyak pelanggan yang memesan sop ini setiap kali datang ke rumah makan kami,” kata dia.

Selain sop iga, Ade juga mengandalkan ayam kalasan dan pesmol ikan nila sebagai menu untuk menarik minat pembeli. Di kalangan penggemarnya, Kedai Bu Ade terkenal karena sajian aneka sambalnya seperti  sambal tomat, honje, terasi, mangga muda, dan sambal berbahan dasar gandaria. 

Sambal-sambal tersebut disediakan Ade secara khusus atas permintaan pelanggannya. Selain sebagai pelengkap santapan, sambal ini juga merupakan ciri khas yang menyatu dengan eksistensi Kedai Bu Ade. Rumah makan ini melayani pembeli dari pukul 09.00 hingga pukul 20.00 WIB.

Jenis pelayanan lain dari Kedai Bu Ade adalah pembuatan nasi liwet yang disajikan di atas daun pisang. Ukuran porsinya disesuaikan dengan jumlah orang yang akan menikmati nasi liwet tersebut. Bersama nasi liwet ini turut disajikan berbagai panganan seperti sambal dan lalap-lalapan, ikan asin, daging ayam, serta jengkol atau petai.

“Untuk harga makanan, menurut saya terjangkau oleh seluruh lapisan masyarakat. Harganya standar menengah ke bawah,” tutur Ade.  Di antara para pelanggannya ada yang selalu minta masakan dadakan. Ade tidak keberatan melayani permintaan seperti itu, hanya pelanggan harus sabar menunggu sampai menu yang dipesannya matang. (*)