Menolak RUU P-KS, ARSR Menggelar Aksi Besar

oleh -
Anggota Fraksi Partai Gerindra DPR RI, Heri Gunawan membubuhkan tanda tangan pada spanduk penolakan RUU PKS disaksikan Penanggung Jawa Aksi, Budhy Lesmana.

Wartawan Iyus Firdaus PWI

Aliansi Rakyat Sukabumi Raya (ARSR) menggelar aksi besar untuk menolak Rancangan Undang-undang tentang Penghapusan Kekerasan Seksual (RUU P-KS) di Lapang Merdeka Kota Sukabumi, Minggu (24/2/2019). Dalam aksi yang diikuti ribuan orang dari berbagai ormas itu, ARSR menyampaikan sikap, RUU P-KS yang akan disahkan DPR RI itu pro perzinahan, LGBT, seks bebas, dan aborsi.

Peserta aksi berdatangan dari berbagai penjuru Sukabumi. Mereka berasal dari berbagai ormas. Massa berkumpul sejak pukul 07.00 WIB. Selain orasi, aksi ARSR juga disertai penandatanganan petisi penolakan terhadap RUU PKS pada bentangan kain putih sepanjang 100 meter. Semua peserta aksi ikut membubuhkan tanda tangannya. Aksi berjalan dengan tertib dan aman.

“Kain yang berisi petisi penolakan RUU P-KS akan dibawa ke DPR RI di Senayan Jakarta untuk diserahkan kepada para wakil rakyat,” kata Penanggungjawab aksi yang juga Ketua Kebangkitan Jawara dan Pengacara/Bang Japar Indonesia (BJI) Presidium Sukabumi Raya, Budhy Lesmana dalam orasi di tengah massa ARSR. 

Semestinya, ujar Budhy, produk legislasi yang akan mengatur tata kehidupan warga negara Indonesia mempertimbangkan norma-norma yang hidup di masyarakat atau the living law. RUU P-KS, lanjut dia, tidak demikian karena kandungan materinya penuh dengan muatan kampanye kaum feminisme radikal yang menginginkan kebebasan hak individual perempuan atas tubuhnya atau the body is my life dan menegasikan norma-norma dalam hubungan keluarga.

“RUU PKS yang awalnya bermaksud sebagai anti virus perlindungan pada kejahatan seksual malah membawa virus baru kebebasan seksual pribadi yang mendorong penggunaan alat kontrasepsi yang dilegalkan untuk pasangan bukan pasutri, pelacuran, seks bebas, serta melegalkan hubungan seksual antar sesama jenis,” jelasnya.

Sulit dibantah, RUU tersebut mengibarkan semangat feminisme radikal dan LGBT. RUU P-KS telah tercerabut dari filosofis dasar kehidupan bangsa Indonesia yaitu agama dalam hubungan  sosial antar indivindu maupun masyarakat. RUU ini wujud demokrasi kehidupan dan sekulerisasi yang berpotensi melanggar sila pertama Pancasila, Ketuhanan Yang Maha Esa.

“Tanda tangan ribuan anggota ARSR hari ini akan kita bawa ke Jakarta sebagai bentuk penolakan dari warga Sukabumi terhadap RUU P-KS,” ujar Budhy.

Penanggung Jawab Aksi Aliansi Rakyat Sukabumi Raya yang juga Ketua Bang Japar Indonesia Presidium Sukabumi Raya, Budhy Lesmana menyerukan penolakan RUU yang pro perzinahan, LGBT, seks bebas, dan aborsi.

Di tengah peserta aksi tampak hadir Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Gerindra, Heri Gunawan. Setelah membubuhkan tanda tangan pada kain putih, Heri menyatakan, bisa dipastikan Partai Gerindra akan menolak RUU P-KS. Partai yang didirikan Letjen Purn. TNI H. Prabowo Subianto itu  akan menolak pasal-pasal yang memberikan ruang untuk perzinahan, aborsi, LGBT, dan seks bebas.

“Saya dari Fraksi Partai Gerindra siap menerima suara masyarakat Sukabumi atas penolakan RUU P-KS. Nanti akan saya serahkan kepada yang berkepentingan setelah kegiatan reses sekitar tanggal 5 Maret,” ucap Heri. Sejauh ini baru ada tiga parpol yang menolak RUU P-KS yakni selain Gerindra, ada PKS dan PAN. Sebagai legislator pusat yang berangkat dari Sukabumi, ujar Heri, dirinya berkewajiban untuk mengawal suara masyarakat Sukabumi. (*)