Musim Angin Barat, Persediaan Ikan Berkurang

oleh -
Di tengah menurunnya pasokan ikan asin dari sentra-sentra nelayan dan produksi, para pedagang di pasar tradisional di Kota Sukabumi tetap melayani para pelanggan.

Wartawan Iyus Firdaus PWI

Harga  komoditas ikan asin sudah dua bulan terakhir ini mengalami kenaikan hampir  5-10 persen dari harga normal. Salah seorang pedagang ikan asin di Pasar Stasiun Timur, Kota Sukabumi, Jajat menyampaikan, kenaikan harga ikan asin dipicu oleh rendahnya pasokan dari sentra-sentra produksi hasil laut. 

Untuk ikan asin favorit yang banyak diburu seperti cucut, Jajat menjual dengan harga Rp44 ribu perkilogram, biasanya Rp40 ribu perkilogram. Kenaikan harganya sebesar 10 persen.

“Ikan lamuru belitung yang banyak dibeli masyarakat, harganya naik sekitar 10 persen, kurang lebih sama dengan harga ikan cucut,” kata Jajat yang berdomisili di Kecamatan Baros, Kota Sukabumi, kepada wartawan, Rabu (20/2/2019).

Demikian pula, harga ikan asin sepat impor dijual dengan harga kontan sebesar Rp100 ribu/kg, biasanya Rp70 ribu/kg. Itupun barang yang tersedia hanya  ikan berukuran kecil, untuk ukuran besar sulit didapat. 

Ikan asin cumi sotong harganya naik sebesar Rp30 ribu dari Rp80 ribu menjadi Rp110 ribu perkilogram. Harga ikan teri dengan berbagai varian berada di kisaran Rp50 ribu hingga Rp60 ribu perkilogram, biasanya Rp40 ribu-Rp50 ribu.

Tingkat harga udang rebon mencapai Rp48 ribu/kg, naik sekitar 5 sampai dengan 10 persen. Untuk ikan asin jenis japuh dan lamuru harganya relatif stabil sekitar Rp30 ribu/kilogram.

“Saya dengar-dengar sekarang kan musim angin barat. Banyak nelayan tidak berani melaut karena gelombang sedang tinggi. Produksi ikan asin pun menjadi turun. Akibatnya, pasokan ikan asin ke para pedagang ikut berkurang, sementara permintaan relatif tetap,” ujar Jajat.

Para pedagang di Kota Sukabumi seperti dirinya, ujar Jajat, mendapat pasokan ikan asin dari berbagai daerah di Pulau Jawa dan Sumatera. Dia juga menerima kiriman ikan asin dari sentra produksi lokal seperti Palabuhanratu. Dalam keadaan normal, stok ikan asin bisa memenuhi kebutuhan masyarakat untuk beberapa hari ke depan tanpa kenaikan harga.

“Sekarang persediaan ikan asin agak susah dan seret. Dari Palabuhanratu yang biasanya dikirim hampir semua jenis ikan, saat ini beberapa jenis tidak tersedia,” jelas Jajat.

Para nelayan dan pemasok di Palabuhanratu hanya mampu mempertahankan pengiriman beberapa jenis seperti teri nasi, cue petek,  dan ceret. Mereka tidak bisa menjamin ketersediaan jenis-jenis ikan asin yang paling digemari masyarakat seperti cucut dan sepat. 

“Persediaan yang turun terutama untuk jenis-jenis ikan yang banyak dicari masyarakat. Kios-kios di beberapa pasar  tradisional tidak menyediakan ikan-ikan tersebut,” tutur Jajat. Kenaikan harga ikan asin tersebut berpengaruh terhadap omset penjualan. Sejalan dengan rumus korelasi negatif, kenaikan harga komoditas akan memicu penurunan omset. Jajat mengharapkan pasokan ikan asin dapat kembali normal agar harganya stabil dan omset para pedagang dapat kembali ke titik semula. (*)