Difasilitasi FRMB ke Dishub, Ojek Pangkalan Menolak Angkot ke SMPN 7

oleh -
Ketua FRMB (Forum Rakyat Miskin Bersatu) Tatan Kustandi mewakili para pengemudi ojek pangkalan menyampaikan keberatan terhadap aspirasi dari SMPN 7 Kota Sukabumi yang menginginkan adanya trayek angkot melewati sekolah tersebut.

Wartawan Iyus Firdaus PWI

Usulan pihak sekolah yang menginginkan angkot 03 masuk ke lingkungan SMPN 7 Kota Sukabumi ditolak oleh pengemudi ojek pangkalan (opang) di Benteng Kidul, Saniin, Degung, dan Nyomplong. Guna mencegah ketegangan, Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Sukabumi belum mengabulkan usulan tersebut.

Selain itu, pengemudi angkot 03 jurusan Pabuaran-Nyomplong-Koleberes tidak bersedia masuk ke lingkungan SMPN 7 kalau kehadirannya menimbulkan konflik. Di sisi lain, para opang menuding pihak SMPN 7 Kota Sukabumi tidak merundingkan terlebih dahulu usulan tersebut dengan mereka. 

Demikian kesimpulan audensi antara opang, perwakilan SMPN 7, Kelompok Kerja Usaha (KKU) angkot 03, Organda, dan para pejabat terkait di Dishub Kota Sukabumi, Selasa (19/2/2019). Dalam pertemuan itu, pihak opang diwakili oleh Ketua FRMB (Forum Rakyat Miskin Bersatu) Tatan Kustandi. Bertindak selaku tuan rumah Sekretaris Dishub Kota Sukabumi, Novian Restiadi didampingi Kabid Lalu Lintas dan Angkutan (LLA), Imran Whardani.

“Kami menyayangkan pihak sekolah kurang berkomunikasi dengan ojek pangkalan. Para pengemudi ojek datang kepada saya minta difasilitasi untuk berudensi dengan pihak-pihak terkait di Dinas Perhubungan. Mereka berkeberatan karena selama ini mendapatkan penghasilan dari sewa angkutan ke lingkungan sekolah tersebut,” ujar Tatan setelah mengikuti pertemuan.

Sebenarnya, kata dia, opang bukannya menolak angkot masuk ke lingkungan sekolah, mereka hanya menyayangkan pihak sekolah kurang menghargai keberadaan para penyedia jasa angkutan tersebut. Padahal, para opang itu merupakan warga lokal yang harus dimintai pandangan dan pendapatnya sebelum pihak SMPN 7 mengusulkan trayek angkot ke lingkungan sekolah. 

“Saya bersedia memfasilitasi ojek pangkalan dengan Oraganda agar tidak ada gesekan di kemudian hari. Saya tekankan, SMPN 7 harus berkomunikasi dengan ojek pangkalan. Ini menyangkut penghasilan dan kebutuhan perut keluarga mereka. Sebaiknya usulan trayek angkot dibahas dan dipelajari oleh Dishub dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan,” ujar Tatan.

Sementara itu Kabid LLA Dishub Kota Sukabumi, Imran Whardani mengatakan, audensi berformat musyawarah yang digelarnya bertujuan untuk menindaklanjuti aspirasi SMPN 7 yang mengundang protes dari opang. Setelah musyawarah itu, Dishub akan menggelar pertemuan yang menghadirkan para opang dari semua pangkalan terkait. 

“Sebelum ada kesepakatan, kami tidak akan memperbolehkan angkot 03 melewati jalur menuju SMPN 7,” kata Imran.

Kalau usulan trayek angkot tersebut disepakati, lanjut dia, Dishub akan melakukan uji coba terlebih dahulu untuk keperluan evaluasi. Apabila semuanya berjalan lancar sesuai dengan harapan, trayek menuju SMPN 7 itu akan dikukuhkan dengan legalitas berupa SK perubahan rute angkot 03.  Perwakilan Organda, Yana Mulyana alias Ateng menyadari  adanya potensi konflik dengan opang jika angkot 03 masuk ke SMPN 7.  Sejauh ini, Organda dan KKU Angkot 03  menunggu keputusan terbaik yang disepakati semua pihak. Ateng menginginkan keadaan harmoni dan aman. (*)