KPU Sosialisasikan Prosedur Pindah Tempat Memilih

oleh -
Harlan Awaludin - KPU Kota Sukabumi

Wartawan YUS F. PURWASARI (PWI)

KPU Kota Sukabumi bersama jajaran PPK (Panitia Pemilihan Kecamatan) dan Panitia Pemungutan Suara (PPS) di tingkat kelurahan mulai mensosialisasikan prosedur dan mekanisme pindah tempat memilih bagi warga yang telah memiliki hak pilih. Untuk dapat pindah tempat memilih, seorang pemilik hak suara harus memenuhi persyaratan-persyaratan yang ditetapkan oleh KPU.

“Para pemilih bisa mengajukan pindah tempat memilih melalui PPS dan PPK untuk diproses lebih lanjut. Nantinya mereka akan mendapatkan formulir A5,” kata Komisioner KPU Kota Sukabumi, Harlan Awaludin setelah mengikuti rakor KPU, PPK, dan PPS di salah satu hotel di Jalan Suryakencana Kota Sukabumi, Kamis (7/2/2019).

Untuk memperoleh formulir A5, ujar Harlan, seorang pemilik hak pilih harus memenuhi syarat-syarat tertentu antara lain sakit, tugas belajar, tugas bekerja di luar domisili, dan menjalankan tugas sebagai penyelenggara Pemilu di luar wilayah domisili.

Pada tahap pertama, KPU Kota Sukabumi melaksanakan pendataan sampai dengan tanggal 17 Februari 2019 untuk menetapkan pemilih yang pindah tempat memilih dalam keperluan pembentukan TPS berbasiskan DPTB (Daftar Pemilih Tambahan). Contohnya di rumah sakit karena banyak petugas medis yang memilih di tempat tugasnya sehingga bisa dibuat berbasiskan DPTB. 

“TPS berbasis DPTB bisa dibentuk jika pemilih yang pindah dalam jumlah besar atau pemilih terkonsentrasi pada satu titik. Ketentuannya maksimal untuk 300 pemilih,” jelasnya. Selain rumah sakit, tempat lain yang memungkinkan dibentuknya TPS berbasis DPTB antara lain lembaga pemasyarakatan, sekolah atau perguruan tinggi, juga pesantren. Tempat-tempat itulah yang mulai sekarang didata untuk melihat potensi pemilih tambahannya. (*)