MHQ Baldatun Center Wujud Partisipasi Mencetak Generasi Qurani

oleh -
bupati dan hadirin MHQ
Berbaju putih, Bupati Sukabumi H. Marwan Hamami pada kegiatan MHQ Baldatun Center di Cibadak duduk di samping Anggota DPRD Kabupaten Sukabumi, Ade Dasep Zainal Abidin.

Wartawan USEP MULYANA (Kowasi)

Pelaksanaan Musabaqoh Hifdzil Quran (MHQ) oleh Baldatun Center merupakan wujud partisipasi nyata masyarakat untuk mencetak generasi Qurani. Melalui kegiatan tersebut, Baldatun Center juga ambil bagian dalam mewujudkan visi Kabupaten Sukabumi yang religius dan mandiri.

Demikian disampaikan Bupati Sukabumi H. Marwan Hamami saat menyampaikan sambutan pada pembukaan MHQ dan Istighosah Akbar Baldatun Center di Gedung Puskopdit BK3D (Badan Koordinasi Koperasi Kredit Daerah) Cibadak, Kamis (7/2/2019). Bupati memuji partisipasi Baldatun Center dalam mengembangkan kegiatan keagamaan dan sosial untuk kemaslahatan umat.

“Kegiatan MHQ ini dilaksanakan selain sebagai wujud partisipasi aktif dalam mendorong Kabupaten Sukabumi yang religius dan mandiri juga sebagai upaya membentuk generasi Qurani di Kabupaten Sukabumi,” ujar bupati.

Baldatun yang merupakan singkatan dari Balad Ade Dasep Siap Turun merupakan pergerakan spontan masyarakat pendukung Ade Dasep Zainal Abidin, pejuang politik dari Partai Gerindra yang saat ini masih menjalankan amanah sebagai Anggota DPRD Kabupaten Sukabumi.

Bersama Baldatun Center, Ade Dasep sering menggelar berbagai kegiatan sosial dan keagamaan seperti santunan anak yatim dan wakaf Al-Quran.

Lebih lanjut bupati menyampaikan, hafalan dan pemahaman Al-Quran akan meningkatakan keimanan dan ketakwaan yang juga dapat membangun fondasi hidup yang kuat. Keimanan dan ketakwaan serta fondasi hidup yang kuat sangat penting bagi generasi penerus bangsa yaitu generasi yang akan menjadi agen pembangunan Kabupaten Sukabumi di masa depan.

Terkait aktivitas Baldatun Center dalam menyantuni anak yatim, Marwan menyampaikan, selama ini Pemkab Sukabumi memberikan support  terhadap upaya dan kegiatan pemberdayaan anak-anak yang kurang beruntung tersebut. Melalui Bagian Keagamaan dan Badan Amil Zakat (BAZ), pemda memberikan ruang seluas-luasnya untuk berkembangnya pemberdayaan anak yatim.

“Khusus bagi anak yatim yang berprestasi, pemda akan menyekolahkan mereka di lembaga pesantren,” ujar bupati.

Ke depan, lanjut dia, Pemkab Sukabumi akan memperluas cakupan pemberdayaan anak yatim untuk memperhatikan kesehatan dan lingkungan tempat tinggal anak tersebut.

“Dalam praktiknya, pemberdayaan anak yatim ini akan melibatkan semua pihak untuk berpartisipasi aktif termasuk komunitas, LSM, dan kelompok-kelompok peduli lainnya. Semua komunitas dan kelompok tersebut akan bergerak serentak bersama membangun Kabupaten Sukabumi agar menjadi lebih baik lagi,” tutur bupati. (*)