Bupati Turun Tangan, Demo Buruh di Pendopo Berakhir Damai

oleh -
Bupati Sukabumi H. Marwan Hamami menyampaikan imbauan kepada pemilik perusahaan untuk menyelesaikan permasalahan yang dialami para buruh PT. SUG yang berunjuk rasa di Pendopo Sukabumi.

Wartawan HENDRI TIAS

Aksi unjuk rasa besar-besaran oleh buruh PT. Sentosa Utama Garmindo (SUG) yang menuntut pembayaran upah di Pendopo Sukabumi berakhir damai. Para buruh langsung membubarkan diri dan meninggalkan Pendopo setelah mendengarkan pidato Bupati Sukabumi H. Marwan Hamami yang berjanji akan memfasilitasi penyelesaian sengketa antara para buruh dengan pemilik perusahaan.

Para buruh menggelar unjuk rasa di Pendopo Sukabumi itu pada Rabu (6/2/2019) malam. Sebelumnya mereka berdemo di Dinas Tenaga kerja dan Transmigrasi Kabupaten Sukabumi di Jalan Pelabuan 1, Lembursitu, Kota Sukabumi.

Rombongan pengunjuk rasa menuntut pembayaran upah yang ditunggak oleh manajemen PT. SUG. Mereka telah menempuh berbagai cara untuk mendapatkan haknya, termasuk unjuk rasa di lokasi pabrik di Cicurug.  

Setelah berbagai unjuk rasa tidak membuahkan hasil, mereka memperoleh harapan dari Bupati Marwan yang akan memfasilitasi penyelesaian masalah di antara pekerja dan manajemen perusahaan garmen tersebut. Di hadapan para peserta unjuk rasa, bupati berjanji akan membantu sebisanya agar harapan para buruh terwujud.   

“Secara kebijakan, pemerintah daerah akan mengkomunikasikan tuntutan para pekerja kepada pemilik perusahaan sehingga nanti akan dicarikan titik temunya. Persoalan ini harus diselesaikan dengan baik dan diterima kedua belah pihak,” ujar Marwan di depan peserta unjuk rasa di Pendopo. 

Bupati mengharapkan pemilik dan manajemen PT. SUG bisa mengambil langkah-langkah untuk memenuhi tuntutan para buruh. Idealnya, kata dia, perusahaan dapat mempekerjakan kembali para buruh. 

“Kejadian seperti ini jangan sampai terulang. Salah satu penyebabnya komunikasi di antara pihak-pihak terkait tidak berjalan dengan lancar atau terhambat. Kalau para buruh memiliki keluhan, sebaiknya hal itu dikomunikasikan sejak awal kepada perusahaan,” tutur bupati.

Marwan juga berjanji akan bekerja sama dengan Apindo (Asosiasi Pengusaha Indonesia) untuk menyelesaikan persoalan-persoalan yang dialami oleh para peserta unjuk rasa. Dia akan berupaya semaksimal mungkin melalui kebijakan pemerintah daerah dalam menjembatani kepentingan buruh dengan keinginan perusahaan. 

“Selama ini kami telah berupaya untuk mendatangkan dan mempertemukan pihak PT. SUG dengan dinas-dinas terkait. Langkah yang kami lakukan untuk mengatasi masalah hubungan kerja di perusahaan tersebut,” kata bupati. Di akhir pidatonya, Marwan menyampaikan, muara dari permasalahan yang dialami para buruh tersebut adalah harapan pihak PT. SUG bersedia memenuhi tuntutan pengunjuk rasa. “Saya sangat menginginkan mereka yang mempunyai persoalan mau bersatu untuk menjamin hak Bapak dan Ibu sekalian,” kata dia. (*)